Media Asing Sebut Angkatan Laut Indonesia Tak Miliki Dana Cukup, Saat Soroti Hilangnya KRI Nanggala

Infomenia.net -   Hilangnya KRI Nanggala 402 cukup menyita perhatian baik masyarakat Indonesia maupun Dunia.  Hal ini terlihat dari banyakny...


Infomenia.net - 
Hilangnya KRI Nanggala 402 cukup menyita perhatian baik masyarakat Indonesia maupun Dunia. 

Hal ini terlihat dari banyaknya media asing yang memberitakan pencarian KRI Nanggala yang dikabarkan hilang kontak pada Rabu, 21 April 2021 lalu. 

Dari insiden tersebut tak hayal jika banyak media asing yang menyoroti militer Indonesia. 

The New York Times (NYT) merupakan salah satu media asing yang ikut menyorot hilangnya KRI Nanggala 402. 

NYT menyebut jika Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang tidak memiliki cukup dana. 

Bahkan, media tersebut juga menyebut bahwa angkatan laut tidak memiliki dana memadai untuk menghadapi serangan dari kapal penangkap ikan asing. 

"Sebuah negara dengan ribuan pulau berpenghuni, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Angkatan lautnya tidak memiliki dana yang cukup, bahkan ketika negara tersebut harus menghadapi serangan reguler oleh armada penangkap ikan asing dan penjaga pantai," tulis NYT, dikutip Jumat, 23 April 2021. 

Pencarian kapal selam buatan Jerman itu tengah terus dilakukan mengingat batas oksigen akan habis pada Sabtu, 24 April 2021. 

Sejauh ini, sejumlah negara menawarkan bantuan seperti Singapura, Australia, Jerman, Turki, Korea Selatan dan India. 

Terbaru Amerika Serikat juga telah menawarkan bantuan untuk mencari KRI Nanggala-402. 

"Atas permintaan pemerintah Indonesia, Departemen Pertahanan (AS) mengirimkan aset udara untuk membantu pencarian kapal selam yang hilang," kata sekretaris pers Pentagon John Kirby dalam sebuah pernyataan pada Kamis, 22 April 2021, dikutip dari The Hill. 

Menurut catatan New York Times, kecelakaan kapal selam jarang terjadi di dunia. 

Pada tahun 2000, kapal selam Angkatan Laut Rusia tenggelam ke dasar laut setelah terjadi ledakan di kapal. 

Sebanyak 118 orang dalam kapal selam Rusia itu tewas setelah tim penyelamat membutuhkan waktu berhari-hari untuk mendapatkan akses. 

Di tahun 2017, kapal selam Angkatan Laut Argentina hilang dengan 44 orang di dalamnya, diduga karena kerusakan listrik. Puing-puingnya kapal selam itu ditemukan setahun kemudian.(Julkifli Sinuhaji/Pikiran-Rakyat.com)