Marak Serangan Teroris, Jokowi Segera Aktifkan Pasukan Elit Koopssusgab TNI! Ini Kehebatannya

Infomenia.net -  Aksi terorisme di akhir Maret 2021 kian menjadi. Bahkan mereka nekat menyerang Mabes Polri pada Rabu 31 Maret lalu.   Sebel...


Infomenia.net - 
Aksi terorisme di akhir Maret 2021 kian menjadi. Bahkan mereka nekat menyerang Mabes Polri pada Rabu 31 Maret lalu.  

Sebelumnya, Mabes Polri dikejutkan dengan serangan seorang perempuan Zakiah Aini (ZA) sekitar pukul 16.30 WIB.       

Perempuan 25 tahun itu melepaskan tembakan enam kali, dua diarahkan ke petugas di dalam pos jaga, dua diarahkan ke petugas di luar pos jaga, dan dua ke petugas di belakangnya. Sebaliknya, ZA ditembak mati. 

Kapolri Jenderal Lisyto Sigit Prabowo mengatakan, ZA merupakan lone wolf berideologi seperti ISIS. Ini setidaknya diketahui dari unggahan bendera ISIS di akun Instagram ZA sebelum serangan.    

Pertanyaannya, siapa yang bisa menghentikan aksi kebrutalan kelompok teroris tersebut? Jawabannya adalah pasukan elit bernama Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab). 

Koopssusgab terdiri atas personel gabungan terbaik dari tiga matra TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Komando adalah gabungan pasukan khusus dari Satuan 81 Gultor Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat, Detasemen Jala Mengkara Angkatan Laut, dan Satuan Bravo 90 Korps Pasukan Khas Angkatan Udara. 

Asal tahu saja, pasukan ini hanya terdiri atas 90 prajurit yang dilatih khusus untuk menanggulangi teror. 90 prajurit khusus ini merupakan pasukan elit yang terpilih dari jajaran elit. 

Hanya bisa diaktifkan oleh Presiden Joko Widodo, maka Koopssugab khusus dikerahkan untuk operasi skala kecil dengan misi khusus. Biasanya berhubungan dengan misi sabotase atau penyelamatan. 

Dalam urusan penyergapan teroris atau operasi skala besar, biasanya pasukan khusus tergabung dalam Satuan Tugas. Pasukan khusus pertama dalam Koopssusgab antara lain Satuan 81 Gultor. Satuan ini berasal dari lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Satuan 81 memiliki spesialisasi dalam penanggulangan terorisme. Seorang personel Satuan 81 memiliki keahlian setara dengan delapan personel TNI biasa. 

Berikut adalah tiga matra yang menjadi tulang punggung Koopssusgab. 

1. Denjaka 

Detasemen Jala Mangkara (Denjaka). Kesatuan mematikan dari TNI Angkatan Laut yang pernah bikin Navy SEAL AS gentar. Para personel Denjaka berasal dari personel terbaik di satuan pasukan khusus TNI AL, yakni Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Intai Amfibi Marinir (Taifib). 

Selain metode pencapaian sasaran lewat teknik lintas udara (combat free fall) juga ditekankan penguasaan metode bawah air (combat diving) dan lintas atas air senyap. Baik dengan berenang (combat swimming) maupun memakai perahu karet. 

Selain penguasaan ilmu bertempur, Denjaka juga dibekali ilmu kejiwaan dan analisa situasi khusus. Sebelum melancarkan serangan, biasanya diajukan tim pendahulu yang bertindak sebagai negosiator dengan teroris. 

2. Sat-81 Gultor 

Sat-81 Penanggulangan Teror (Gultor) merupakan salah satu bagian dari Kopassus TNI AD. Berdiri pada dekade 1980-an atas prakarsa dari L.B. Moerdani yang saat itu menjadi salah satu dedengkot pasukan khusus dan TNI. 

Pasukan ini dibentuk dengan latar belakang kasus pembajakan pesawat Garuda Indonesia 206 di Woyla, Thailand tahun 1981. Mereka pernah dikirim ke Grenzschutzgruppe-9 (GSG-9) di Jerman untuk menjalani spesialisasi teror. Hal itu membuat kemampuan Sat-81 Gultor diakui dunia. 

Saking menyeramkan prosesi latihan dan kemampuan yang dimiliki personel Sat-81 Gultor, ada orang yang menjulukinya sekumpulan orang dari neraka yang berjalan di muka Bumi. 

3. Satbravo-90 

Satbravo-90 merupakan pasukan elit termuda jika dibandingkan Sat 81-Gultor maupun Denjaka. Satbravo-90 berinduk ke Paskhas yang merupakan pasukan khusus TNI AU.    

Selain menguasai penanganan antiteror laiknya pasukan elit lain, Satbravo-90 punya kemampuan terbaik dalam misi-misi udara. Keahlian spesial lainnya dari Satbravo-90 adalah bisa menggunakan semua pesawat milik TNI AU untuk misi mereka. Mulai dari pesawat pengangkut sampai jet-jet tercanggih TNI. 

Prosesi latihan Satbravo-90 juga tak kalah menyeramkan dibanding "seniornya'. Mereka selalu memakai peluru sungguhan. Sebab arena latihan selalu dikondisikan seperti perang sungguhan.(reqnews.com)