Laskar FP* Terduga Teroris Mengaku ‘Jualan Agama’ untuk Beli Bahan Bom dari Uang Infak Jemaah

Infomenia.net -  Pengakuan seorang Laskar FPI yang juga terduga teroris baru-baru ini membuat publik geger. Bagaimana tidak? Ia mengaku disu...


Infomenia.net - 
Pengakuan seorang Laskar FPI yang juga terduga teroris baru-baru ini membuat publik geger.

Bagaimana tidak? Ia mengaku disuruh membeli bahan peledak bom oleh seorang habib.

Tak hanya itu, Laskas FPI terduga teroris bernama Andriawan alias Maliq tersebut juga mengaku membeli bahan peledak menggunakan uang infaq dan uang sedekah jemaahnya.

Seperti diketahui, sebelumnya seorang anggota FPI di Condet sempat menggegerkan publik lantaran dibekuk Tim Densus 88 Antiteror karena diduga sebagai teroris.

Terduga teroris ini kemudian menjelaskan secara singkat terkait pernyataan mencengangkan dari anggota FPI yang terpapar paham terorisme.

“Tersangka teroris ini mengakui bahwa FI menggunakan uang hasil infaq dan sodaqoh jamaahnya untuk membeli bahan-bahan pembuatan BOM dan remot untuk pemicu ledakan,” tulis akun pengunggah video, @BrigadeNU, seperti dikutip dari Suara.com, jaringan terkini.id pada Kamis, 8 April 2021.

“Satu persatu bukti FI sarang teroris dan menggunakan agama hanya untuk alat meraup simpatisan dan mengumpulkan dana untuk membuat kacau negara,” sambungnya

Dalam video berdurasi singkat tersebut, awalnya Andriawan mengaku kalau ia sebagai simpatisan dari FPI dan Rizieq Shihab.

Ia sendiri tergabung dalam sebuah grup bernama Yasin Warotip pasca kejadian penembakan enam laskar FPI Dan penangkapan Rizieq Shihab.

“Saya atas nama Andriawan alias Maliq, saya sebagai simpatisan FPI atau HRS. Saya tergabung dalam grup Yasin Warotip pasca penembakan enam laskar dan penangkapan HRS, FPI pada bulan Januari 2021,” ujarnya.

Dalam video tersebut, pria yang memiliki nama samaran Maliq itu juga mengaku kalau ia mengetahui sejumlah aksi teror yang sudah direncanakan teduga teroris yang ditangkap di Condet, yakni Habib Husein Al Hasny.

“Saya mengetahui Habib Husein dan tim sudah membeli air keras yang digunakan pada saat ada demontrasi,” paparnya lagi.

“Saya diperintahkan oleh Agus dan Habib Husein membeli 15 liter aseton atau tiga jerigen untuk bahan pembuatan bom.”

Bahkan ia juga mengungkapkan sempat mendapat pelatihan tentang tata cara membuat bom di rumah Husein Hasny dan disuruh Zulami Agus.

“Saya disuruh Zulaimi Agus untuk membeli remote sebagai pemicu bahan peledak,” pungkasnya.(terkini.id)