Komentar Atta Halilintar Ini Soal Istrinya Ditegur Komnas Perempuan

Infomenia.net -  Setelah resmi menikah pada tanggal 3 April 2021, kini Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah sedang menikmati bulan madu. Bat...


Infomenia.net - 
Setelah resmi menikah pada tanggal 3 April 2021, kini Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah sedang menikmati bulan madu. Batal ke Dubai lantaran terganjal oleh visa, mereka pun memilih Bali sebagai tujuannya.  

Ketika menyempatkan diri untuk wawancara dengan Sule dan Nathalie Holscher, Atta mengungkapkan harapannya yang ingin memiliki banyak anak. Menurut Atta, kehadiran seorang anak akan menambah warna dalam hidupnya. Atta menjelaskan jika dia telah menyiapkan sebuah rumah mewah yang memiliki 15 kamar dan fasilitas lain seperti kolam renang dan arena olahraga khusus. "Hidupku harus ada warna baru sih. Aku kan pengen punya anak," kata Atta.  

Sementara dalam wawancaranya bersama keluarga Aurel yang diunggah di kanal YouTube A6, Atta menyebut tidak perlu ada perdebatan mengenai urusan rumah tangga karena hidup Aurel sudah diserahkan kepada dirinya, sang suami yang bertanggung jawab terhadap keluarga.   

"Kalau udah berkeluarga, aku udah kepala keluarga bukan pas waktu tunangan. Izin suami, suara suami adalah dari Tuhan. Kalau aku nggak izin ini, kamu harus nurut, nggak bisa kayak sebelumnya. Istilahnya hidup kamu sudah diserahkan ke laki-laki yang sudah bertanggung jawab atas kamu. Jadi nggak ada perdebatan yang soal-soal kayak gini kayak gitu, nggak kayak kita pas tunangan," kata Atta.  

Pernyataan Atta itu langsung mendapat respon keras dari Komnas Perempuan. Hal itu diungkapkan oleh perwakilan Komnas Perempuan, Siti Aminah. Siti Aminah juga menyorot komentar Atta tentang "Suara Suami dari Tuhan".  

"Atta Halilintar yang patriarkis dan menjadikan lembaga perkawinan atau keluarga sebagai media untuk melanggengkan bentuk-bentuk ketidakadilan gender. Bentuk ketidakadilan gender yang dilanggengkan adalah subordinasi, yaitu perempuan dianggap sebagai bukan pengambil keputusan, tapi ditentukan oleh suami. Perempuan yang berstatus istri kehilangan haknya untuk ikut menentukan atau memutuskan rumah tangga seperti apa yang akan dibangun," jelas Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah kepada wartawan, Rabu (7/4).(kanal247.com)