Fakta-Fakta Pria Aniaya Perawat RS Siloam, Mengaku Polisi Lalu Minta Maaf

Infomenia.net -  Pria menganiaya perawat RS Siloam Palembang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia kini harus berurusan dengan ...


Infomenia.net - 
Pria menganiaya perawat RS Siloam Palembang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia kini harus berurusan dengan polisi setelah pihak rumah sakit dan korban melaporkan penganiayaan yang dialaminya. 

Peristiwa penganiayaan perawat RS Siloam Palembang terekam video amatiran yang kemudian video ini viral di media sosial. Dalam video itu terlihat bahwa pelaku emosi dan sempat berteriak lantang, jika ia seorang polisi. 

Padahal, berikut fakta-fakta pria pelaku penganiayaan yang bernama Jason Tjakrawinata (38): 

1, Mengaku Polisi padahal bukan Anggota Polri 

Dalam video, pelaku yang bernama Jason Tjakrawinata mengaku jika ia polisi. Ucapan itu dilontarkan dengan lantang saat tengah saat berusaha dilerai oleh perawat dan petugas keamanan RS SIloam Palembang. 

Bahkan ada anggota polri, yang berusaha melerai tersebut, ia masih mengaku anggota polisi. Belakang, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri pun langsung membantah pengakuan tersebut. 

Kapolda mengatakan jika pelaku bukan anggota Polri. "Yang sebenarnya anggota Polri itu yang pakai kaos abu-abu, yang berusaha melerai penganiayaan itu," ujarnya kepada Suarasumsel.id. 

2. Menganiaya dan Merusak Ponsel Perawat 

Selain menganiaya perawat RS Siloam, Cristina, (28), pelaku pun dilaporkan merusak ponsel perawat. Ia merusak ponsel, ketika mengetahui kejadian penganiayaan yang dilakukannya direkam oleh rekan korban. 

Kerusakan ponsel perawat ini pun dilaporkan kepada pihak kepolisian resort kota besar (Polrestabes) Palembang. Korban yang ponselnya dirusak pelaku ini pun, Ardana Reswara Permatasari (31) mengecam tindakan pelaku. 

Setelah laporan dari pihak korban dan rumah sakit diterima polisi. Unit Pidum Polrestabes Palembang dengan cepat mengamankan pelaku penganiayaan. Pelaku diamankan di rumahnya di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir atau OKI, Sumatera Selatan. 

Saat diamankan, pria ini sungguh tidak berkutik, seperti halnya perilaku emosi dan penganiayaan di rumah sakit. Setelah diamankan, polisi digiring ke Mapolrestabes Palembang. 

4. Mengaku Emosi 

Dalam pengakuannya di hadapan polisi, ia mengaku emosi mengetahui tangan anaknya berdarah. Ia emosi tangan anaknya berdarah, usai infus dicabut oleh pihak perawat. 

Emosi yang diakui sesaat itupun akhirnya yang menyulut peristiwa penganiayaan terhadap perawat RS Siloam Palembang. Ia pun mengaku perilaku dan tindakannya yang dilakukan salah. 

Di hadapan polisi, pria pelaku penganiayaan ini pun hanya mampu menunduk malu dan mengakui perbuatannya. 

5. Meminta Maaf 

Di hadapan penyidik, pelaku pun mengakui kesalahannya dan berusaha meminta maaf kepada korban, keluarga, manajemen rumah sakit dan sejawat perawat dan pasien lainnya. 

Atas tindakan arogansi dan penganiayaan pelaku mengakibatkan korban hingga membuat situasi rumah sakit menjadi ricuh dan tidak nyaman bagi perawat dan pasien lainnya. Permohonan maaf ini pun sempat terucap di hadapan media yang mewawancarainya. 

Dikatakan Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra tersulut karena pelaku lelah dan emosi sesaat. 

"Melihat anak menangis dan mengeluarkan darah yang membuat si pelaku pun emosi, terjadilah penganiayaan yang dilakukan terhadap terhadap perawat RS Siloam," tegas ia. (suara.com)