Deddy Corbuzier Sebut Konten Pamer Harta Atta Halilintar Tidak Salah. Ini Sebabnya

Infomenia.net -  Tidak henti-hentinya Atta Halilintar dirundung kontroversi. Beberapa hari lalu Atta Halilintar, Raffi Ahmad, Andre Taulany,...


Infomenia.net - 
Tidak henti-hentinya Atta Halilintar dirundung kontroversi. Beberapa hari lalu Atta Halilintar, Raffi Ahmad, Andre Taulany, dan sederet artis tanah air mendapat peringatan keras dari pakar sosiologi, Ade Armando dalam kanal YouTubenya Cokro TV. 

Ade Armando mengkritik konten YouTube mereka yang kerap kali memamerkan harta kekayaannya di depan publik. Ia menganggap hal tersebut dapat memecah belah antara ‘si kaya’ dan ‘si miskin’, menimbulkan kerusuhan, membuat akar-akar radikalisme, dan dapat merusak bangsa Indonesia. 

Atas kejadian tersebut, Deddy Corbuzier ikut memberikan pendapat mengenai pamer harta tersebut, sebagaimana dilansir oleh Ringtimesbali.com dari kanal YouTube Deddy Corbuzier pada 15 Maret 2021.                  

Menurut Deddy, Ade Armando tidak salah memiliki kekhawatiran tersebut, karena ia seorang pakar sosiologi dan memiliki alasan dasar yang kuat. 

“Bung Ade Armando tidak salah ngomong seperti itu, karena kenyataannya sebagai pakar sosiologi dia tau hal ini bisa membuat kericuhan di masyarakat, bung Ade Armando tidak salah, beliau benar 100 persen, artis-artis yang memamerkan berlebihan bisa membuat kekacauan di masyarakat yang miskin,” ungkap Deddy Corbuzier. 

Disisi lain, Deddy Corbuzier juga menyampaikan pendapatnya sebagai sesama kreator konten, bahwa yang dilakukan teman-temannya hanya sekadar mencari penghasilan. 

"Tapi salahkah Atta, Andre memamerkan hal seperti itu? nggak salah juga. Kenapa kok gak salah saya bilang, karena begini, karena penduduk Indonesia kebanyakan suka banget hal-hal seperti itu,” kata Deddy Corbuzier. 

“Nah content creator ini bikin content karena mereka nyari duit, mereka bukan pamer juga, mereka tu nyari duit dari konten dan ditonton jutaan," lanjut Deddy Corbuzier. 

Deddy Corbuzier juga mengatakan, bahwa kebanyakan penduduk Indonesia lebih menyukai tontonan seperti itu dibanding konten edukasi, sebab ia menganggap pola pendidikan di Indonesia masih rendah. 

"Coba saya tanya, kalau mereka bikin konten edukasi ditonton gak? enggak. Mereka bikin konten edukatif tidak akan pernah ditonton ataupun penontonnya dikit," ujar deddy Corbuzier. 

Deddy Corbuzier menyimpulkan, bahwa yang dibicarakan oleh Ade Armando tentang dampak pamer harta tidak salah, begitu pula dengan para kreator konten tersebut. 

"Jadi menurut saya bung Ade Armando tidak salah membuat konten itu dia benar dan dia khawatir apa yang akan terjadi pada bangsa kita," kata Deddy Corbuzier 

"Tapi pembuat konten pamer-pamer kekayaan mereka tidak salah, karena mereka tau market mereka, mereka tau penonton mereka, mereka tau ini akan ditonton jutaan dan bisa menghasilkan uang, yang salah siapa? yang salah adalah netizen dan pola pendidikan di Indonesia," lanjutnya.(ringtimesbali.com)