Cuitan Bima Arya Usai Bersaksi di Sidang MRS Digeruduk Warganet

Infomenia.net -  Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto hadir sebagai saksi dalam sidang perkara pemalsuan hasil swab PCR Rizieq Shihab di Rumah...


Infomenia.net - 
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto hadir sebagai saksi dalam sidang perkara pemalsuan hasil swab PCR Rizieq Shihab di Rumah Sakit Ummi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/4/2021). Persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur tersebut berlangsung alot, bahkan Bima dan Rizieq sempat beradu argumen di hadapan majelis hakim.

Usai sidang, Bima Arya menuliskan cuitan di akun Twitternya, @BimaAryaS. "Semua yang saya lakukan hanya untuk melindungi warga yang saya cintai. “Kalau saja RS Ummi koperatif sejak awal, tidak ada yang disembunyikan, sidang ini tidak pernah ada.” Jakarta, 14 April 2021," katanya.

Tak butuh waktu lama, cuitan Bima langsung diserbu oleh warganet. Bahkan kata kunci 'Bima Arya' menjadi trending topic di Twitter dengan lebih dari 10 ribu tweet hingga pukul 00.25 WIB, Kamis (15/4/2021) dini hari.

Bagaimana reaksi warganet terkait kesaksian Bima Arya di sidang Rizieq? 

1. Warganet sebut Bima Arya tak berwenang mengungkap data pasien positif COVID-19
Cuitan Bima Arya mendapat reaksi beragam dari warganet. Namun, mayoritas membalas cuit tersebut dengan hujatan.

Bima dianggap tidak berlaku adil lantaran melaporkan Rizieq dan pihak RS Ummi karena dinilai tidak kooperatif kepada Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor.

"Harusnya setingkat walikota @BimaAryaS mempunyai jiwa adil untuk semua.jgn sampei idealis dan kecerdasanya luntur terkontaminasi jabatan dan politik semu semata. #JujurItuHebat," cuit salah satu warganet.

"Kalau Niat Anda tulus memang untuk melindungi warga Anda....semoga Allah SWT mencatat sebagai Amal ibadah untuk anda....tetapi kalau ada motif niat tertentu dibalik yg apa yg anda lakukan semoga Allah SWT menghancurkan segala kesombongan dan ketidaktulusan anda..." cuit warganet lainnya.

Sementara, beberapa warganet lainnya mengunggah cuplikan berita pernyataan Presiden Joko 'Jokowi' Widodo yang meminta agar identitas pasien positif COVID-19 tak dibuka ke publik. Mereka mengatakan Bima semestinya tahu aturan ini sehingga tak memaksa RS Ummi membuka data medis pasien.

"Sy mengikuti persidangan yg melibatkan anda sebagai Walikota Bogor. Yg sy amati anda Sebagai Walkot Sekaligus Ketua Satgas "TIDAK MENGGUNAKAN WEWENANG ANDA SEPENUHNYA" tak bagus jika anda menuduh RS. Ummi tak Kooperatif," cuit warganet.

2. Dituding berbohong, ini jawaban Bima Arya untuk Rizieq


Bima Arya saat memberikan kesaksian di PN Jakarta Timur (Dok. Istimewa) 

Rizieq Shihab sempat menyayangkan sikap Bima Arya, bahkan sempat menyatakan bahwa Bima Arya berbohong.

Namun, menurut Bima apa yang disampaikan Rizieq di Rumah Sakit Ummi yang menyatakan dirinya sehat, tidak sesuai. Karena menurut Bima terdapat indikasi COVID-19 di tubuh Rizieq saat itu.

“Tim dokter juga menyampaikan kepada Habib bahwa di RS Ummi itu antigennya sudah positif, dan kemudian indikasi covid-nya juga ada, artinya memang tidak sehat,” kata Bima Arya.

Bima mengatakan hal yang telah dilakukannya sangat penting guna memutus penularan COVID-19.

“Bagi saya bukan mengumumkan hasil PCR nya, tapi paling tidak protokolnya saja karena setiap hari saya harus tahu berapa yang terkonfirmasi COVID-19. Kalaupun habib suspect ya dilaporkan, karena treatment-nya beda, yang penting laporannya, yang penting prosesnya karena itu butuh disampaikan ke kami,” tambah Bima.

Dia mengaku sebelumnya juga sudah koordinasi dan silaturahmi ke RS Ummi, meminta agar RS Ummi untuk bekerja sama dan koordinatif. “Semua sudah saya ingatkan,” ujarnya.

3. Bima menyatakan tidak ada tekanan politik dalam kesaksiannya selama persidangan


Bima Arya saat memberikan kesaksian di PN Jakarta Timur (Dok. Istimewa) 

Bima mengatakan, tindakan yang dilakukannya selaku Wali Kota Bogor terkait kasus Rizieq sudah sesuai dengan landasan dan aturan mulai dari Undang-undang, Keputusan Presiden, hingga keputusan Wali Kota, dan semua menurutnya dalam rangka protokol kesehatan.

“Yang kita lakukan tidak ada faktor politik, atau tekanan dari pihak lain, ini murni untuk melindungi warga saya dan menjalankan tugas saya supaya warga Kota Bogor tidak terpapar COVID-19. Jauh dari tekanan dan unsur politik, betul-betul untuk kesehatan,” kata Bima Arya, usai sidang di PN Jakarta Timur.
(idntimes.com)