Tragis, 2 Anak Durhaka Pembunuh Ayah Kandung, Diduga karena Bisikan Gaib dan Depresi

Infomenia.net -   Dalam dua hari terakhir terjadi kasus pembunuhan yang luar biasa keji, dilakukan oleh anak kandung terhadap ayah mereka.  ...


Infomenia.net - 
 Dalam dua hari terakhir terjadi kasus pembunuhan yang luar biasa keji, dilakukan oleh anak kandung terhadap ayah mereka. 

Yang pertama, hari Senin siang (22/3/2021), sekitar pukul 13.00 WIB, di Dusun VIII RT12/RW008 Desa Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, seorang pria berinisial KP (32 tahun), memenggal kepala ayahnya, Slamet Riyanto (69 tahun).

Saat itu, ayahnya sedang duduk di dapur untuk melepas lelah sepulang dari sawah. Ia menghabisi ayahnya dari belakang dengan sekejap.        

Sebelum memenggal kepalanya, KP sempat meminta maaf terlebih dahulu pada ayahnya.

Setelah memenggal, KP sempat menenteng kepala ayahnya itu keliling kampung dengan mengendarai sepeda motor. Ia juga mengacak-acak kepala ayahnya.  

Kepada polisi, KP mengaku memenggal kepala ayahnya karena takut akan disantet oleh ayahnya. Ketakutan akan disantet itu menurutnya datang setelah ia bermimpi, bahwa ayahnya akan menyantet dirinya.   

Dari situ, ia mengaku mendapat bisikan gaib, yang menuntunnya agar menghabisi nyawa ayahnya.

Tak sampai 24 jam, tepatnya Selasa dini hari (23/3/2021), sekitar pukul 01.30 WIB, seorang pria bernama Adi Pratama (26 tahun), membunuh ayahnya, Tamin (46 tahun).

Tak kalah sadisnya, Adi membacok kepala ayahnya berkali-kali hingga tak berbentuk.

Tak cuma itu, ia juga membacok tangan, kaki, dan tubuh ayahnya.

Saat pembunuhan berlangsung, tetangga sebenarnya mendengar suara teriakan dari rumah Adi.

Namun, tetangga membiarkan saja lantaran hampir setiap malam Adi berteriak-teriak seperti itu.

Namun ternyata, pagi harinya, seorang kerabat yang datang ke rumah Adi terkejut bukan kepalang, mendapati Tamin tewas mengenaskan.

Menurut Kepala Desa Bumirejo, Sugeng Wicaksono, Adi merupakan anak sulung dari Tamin. 

Adi, kata Sugeng, mengalami depresi sejak beberapa tahun terakhir. Depresinya semakin menjadi-jadi setelah diceraikan oleh istrinya.

"Dia juga pernah masuk rumah sakit jiwa, tapi pulang," kata Sugeng.

Adi sendiri sampai saat ini masih sedang diburu. Ia kabur usai menghabisi nyawa ayahnya.

"Kami terkejut dan sedih. Pak Tamin selama ini baik orangnya," ujar Sugeng menambahkan.(indozone.id)