Reaksi Menohok Jaksa Usai Habib Rizieq Tuntut Taubat Sebelum Diazab Gegara 'Kriminalisasi Agama'

Infomenia.net -  Jalannya persidangan kasus pelanggaran protokol kesehatan dan tes swab Habib Rizieq Syihab seolah terus memunculkan kisah b...


Infomenia.net - 
Jalannya persidangan kasus pelanggaran protokol kesehatan dan tes swab Habib Rizieq Syihab seolah terus memunculkan kisah baru. Termasuk yang belakangan mencuri perhatian adalah desakan Rizieq supaya jaksa dan polisi bertaubat sebelum mendapat azab dari Yang Maha Kuasa karena dituding telah mengkriminalisasi agama lewat dakwaan yang dijatuhkan kepadanya.

Tuntutan ini disampaikan Rizieq ketika membaca eksepsi atau nota keberatannya beberapa waktu lalu. Dan kini giliran jaksa yang membalas eksepsi tersebut dan dengan menohok menilainya sebagai bentuk dramatisir belaka serta keberatannya tak berdasar.

"Bahwa eksepsi terdakwa pada halaman 7 paragraf 4 mendalilkan kegiatan Nabi Muhammad SAW bagian dari fitnah oleh Kepolisian dan Kejaksaan," kata jaksa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Selasa (30/3). "Dan terdakwa mengkhawatirkan azan salat di masjid ke masjid, undangan kebaktian di gereja, imbauan ibadah di kuil kelenteng merupakan hasutan ajakan berkerumun, sehingga terdakwa menyimpulkan merupakan kriminalisasi agama."

"Eksepsi terdakwa tersebut terlalu berlebih-lebihan dan mendramatisir," imbuhnya. "Suatu keadaan yang bertujuan menciptakan opini dengan terdakwa bersumpah bahwa manusia tidak beragama atau anti-agama yang memfitnah undangan agama sebagai hasutan kejahatan."

Jaksa kemudian juga menyinggung perihal desakan Rizieq agar jaksa dan polisi bertaubat sebelum diazab. Jaksa menilai pernyataan Rizieq ini tak semestinya disampaikan dalam persidangan.

"Seharusnya sebagai orang yang jadi panutan, tidaklah menyimpulkan hasutan yang dilakukan terdakwa atas kegiatan pernikahan anaknya sekaligus pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW," ujar jaksa. "Tidak semestinya ada kata-kata pada akhir eksepsi di halaman 7 berbunyi 'kepolisian dan kejaksaan segera bertaubat sebelum kena azab Allah SWT', inilah contoh kata-kata yang tidak perlu dipertontonkan sebagai orang yang paham etika."

Rizieq memang terus menolak atas dakwaan yang dijatuhkan jaksa dalam kasusnya. Menurutnya ajakan menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW bukanlah sebuah hasutan untuk melakukan kejahatan berupa pelanggaran protokol kesehatan.

Rizieq pun lantas menuding jaksa dan polisi sudah bekerja sama melakukan pemufakatan jahat untuk menjadikan dirinya sebagai terdakwa dalam kasus yang dianggapnya sebagai wujud kriminalisasi. Ia juga sempat "menyeret" Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD yang dianggapnya lebih berperan menimbulkan kerumunan alih-alih ajakannya.(wowkeren.com)