Polisi Periksa Lurah Bekasi soal Dugaan Pelecehan Seksual

Infomenia.net -   Oknum Lurah di Bekasi berinisial RJ telah diperiksa oleh penyidik Polres Metro Bekasi Kota terkait dugaan pelecehan seksua...


Infomenia.net -
 Oknum Lurah di Bekasi berinisial RJ telah diperiksa oleh penyidik Polres Metro Bekasi Kota terkait dugaan pelecehan seksual terhadap pedagang warung berinisial ER.

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurizal mengatakan pemeriksaan terhadap oknum Lurah itu dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara awal pekan ini.

"Sudah diperiksa, sudah dimintai keterangan," kata Alfian saat dihubungi, Rabu (10/3).

Diungkapkan Alfian, dalam pemeriksaan, oknum Lurah itu membantah telah melakukan pelecehan seksual terhadap pegadang warung.

Padahal, dalam pertemuan dengan Komisi I DPRD Kota Bekasi, RJ mengakui telah melakukan perbuatan yang tak pantas.

"Di Komisi I (DPRD Bekasi Kota) dia mengaku memegang bokong. Yang jelas kita bicara sesuai hasil keterangan saja. Kalau dari kita belum ada keterangan seperti itu," tutur Alfian.

Atas dasar itu, kata Alfian, penyidik masih terus menyelidiki kasus tersebut. Sebab, lanjutnya, proses hukum yang dilakukan pihak kepolisian berbasis pada fakta.

"Hasil pengakuan (kepada) kita belum ada pengakuan (melakukan pelecehan seksual). Ini masih penyelidikan ya," ujarnya.

Dalam proses penyelidikan ini, sebanyak tujuh saksi telah diperiksa. Yakni, enam orang staf lurah dan satu orang yang merupakan suami korban.

Selain itu, juga telah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dalam olah TKP, polisi turut memeriksa ruangan lurah yang disebut menjadi lokasi pelecehan.

Pengusutan kasus ini sendiri bermula dari laporan yang dibuat oleh korban ER yang merupakan seorang pedagang warung. Laporan itu teregister dengan nomor LP/2784/K/XII/2020/SPKT/Restro Bekasi Kota.

Dalam laporannya, korban menyebutkan bahwa aksi pelecehan itu terjadi karena pelaku menghampiri korban. Saat itu, korban mengatakan dirinya sedang mengantarkan minuman yang dipesan oleh pelaku.

Ketika di ruangan, korban pun menaruh teh manis di meja pelaku dan pamit untuk keluar ruangan. Namun, korban tak bisa meninggalkan ruangan, sebab pintu dikunci oleh pelaku dan aksi pelecehan seksual itu pun terjadi.(cnnindonesia.com)