Pimpinan Aliran Sesat Hakekok dan 15 Anggotanya Diamankan Polisi

Infomenia.net -  Pihak Kepolisian Resort (Polres)  Pandeglang langsung bergerak cepat menanggapi viralnya video sekelompok orang yang diduga...


Infomenia.net - 
Pihak Kepolisian Resort (Polres)  Pandeglang langsung bergerak cepat menanggapi viralnya video sekelompok orang yang diduga tergabung ke dalam aliran sesat Hakekok,  yang tengah melakukan ritual mandi tanpa busana atau bugil.

Mereka langsung mengamankan 16 orang termasuk pimpinan aliran sesat Hakekok di Pandeglang yakni A (52). Diketahui,  ke 16 orang itu kepergok warga tengah mandi tanpa busana atau bugil, di kolam penampungan air yang lokasinya diketahui berada  di wilayah Perkebunan Sawit PT. Globalindo Agro Lestari (GAL), Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, pada Kamis (11/3/2021) kemarin.

"Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, kami langsung menerjunkan tim. Dan berhasil mengamankan para anggota yang diduga tergabung dalam aliran sesat itu. Total ada 16 orang yang diamankan terdiri dari laki-laki dan perempuan serta 3 orang anak yang masih di bawah umur," Wakapolres Pandeglang Kompol Riky Crisma Wardana, Jum'at (12/3/2021).

Wakapolres mengatakan,  pihaknya saat ini tengah melakukam pemeriksaan dan meminta keterangan dari ke 16 anggota termasuk A(59) yang diduga menjadi pimpinan aliran yang diduga sesar itu.

"Pemimpin beserta kelompoknya sedang kami periksa untuk mendalami motif dan tujuannya melakukan kegiatan tersebut untuk apa. Nanti untuk keputusan terkait aliran ini, kami perlu medalaminya terlebih dahulu," kata Wakapolres.

Dikatakannya,  A (59) sendiri mengaku, telah melanjutkan aliran Hakekok itu dari pimpinan sebelumnya yakni E.  Aliran itu sendiri berasal dari balakasuta dari Kecamatan Cibaliung di Kabupaten Bogor.

Untuk lebih jauh,  kata Wakapolres,  pihaknya akan berkoordinasi  dengan pihak terkaitlainnya khususnya MUI pandeglang.

"Besok kami akan koordinasi dengan kejaksaan untuk memutuskan apakah ritual yang mereka lakukan merupakan aliran sesat atau bukan. Nanti juga ada kajian dari MUI yang memperkuat keputusannya," pungkasnya.(banten.poskota.co.id)