Petugas Sekuriti Paksa Gendong Wanita Berdaster Putih Mau Lompat dari Jembatan PIK 2

Infomenia.net -  Seorang wanita cantik berhasil diselamatkan oleh petugas sekuriti di sebuah jempatan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Ut...


Infomenia.net - 
Seorang wanita cantik berhasil diselamatkan oleh petugas sekuriti di sebuah jempatan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara. 

Wanita itu terpaksa dibopong oleh petugas yang memaksanya untuk mengurungkan niatnya yang ingin lompat dari atas jembatan.

Belum diketahui apa motif wantia itu ingin mengakhiri hidupnya, namun petugas yang berpakaian biru tua itu terpaksa mengambil tindakan tegas supaya wanita itu lompat.        

Tampak dari foto yang beredar di media sosial WhatsApp jurnalis, wanita itu digendong oleh seorang pria. 

Saat itu sebanyak 4 pria yang bertugas sebagai sekuriti berusaha membujuk dan menyelamatkan wanita itu dari aksi bunuh diri.  

Sebelumnya sebuah video yang merekam momen seorang wanita ingin melompat dari jembatan beredar di media sosial.    

Dalam video berdurasi 1 menit 34 detik itu, wanita itu terlihat mengenakan daster putih. Ia berdiri di dekat jembatan, sementara mobilnya diparkir dalam keadaan menyala di pinggir jalan.

"Kami menemukan seorang ibu-ibu mau bunuh diri. Mau melompat dari jembatan. itu mobilnya. Kami sedang tenangkan dulu," ujar pria dalam video tersebut.

Pria itu kemudian mencoba menenangkan wanita itu, menasihatinya untuk sabar.

"Sabar? Sabar? Kalau orang mau mati gimana? Sabar apaan?" teriak wanita itu tak terima.

"Aku gak mau mati di sini. Aku gak mau mati di sini. Aaaaaarrrghhh," teriaknya lagi.

Wanita itu terlihat mulai melangkahkan sebelah kakinya ke atas jembatan, namun ditahan.

Berdasarkan keterangan video yang beredar, lokasi kejadian berada di Jembatan PIK 2, Jakarta Utara.

Catatan Redaksi:

Bunuh diri biasanya disebabkan karena depresi. Depresi, oleh karenanya, tidak boleh dianggap remeh. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, sangat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.(indozone.id)