Kantor DPP Mau Diserbu Moeldoko, AHY perketat penjagaan: Kami Siap Bela Diri!

Infomenia.net -  Demokrat kubu Moeldoko alias versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Medan, disebut bakal melakukan tindakan gila beru...


Infomenia.net - 
Demokrat kubu Moeldoko alias versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Medan, disebut bakal melakukan tindakan gila berupa perebutan paksa kantor DPP Demokrat, dalam waktu dekat. Hal itu seperti yang disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief.

Kata Andi Arief, kubu Moeldoko bakal merebut paksa kantor DPP Demokrat di Jalan Proklamasi Nomor 41, Menteng, Jakarta Pusat, sebelum tanggal 6 April 2021. Upaya merebut paksa kantor DPP itu dikatakan bakal terjadi mengingat peluangnya untuk disahkan kepengurusan hasil KLB oleh Kemenkum HAM sangatlah berat.

Maka itu, tidak ada pilihan lain selain melakukan perebutan secara paksa. “KLB Moeldoko akan main gila, tahu bahwa putusan Depkumham sulit mensahkan mereka, kini mereka akan berupaya merebut paksa kantor DPP Demokrat jalan Proklamasi,” kata Andi lewat akun Twitter-nya, dikutip Selasa 30 Maret 2021.

Sejauh ini, menurut Andi, dikonfirmasi, menyatakan bahwa pengamanan di Kantor DPP Partai Demokrat telah ditingkatkan setelah pihaknya menerima informasi tersebut.

“Tidak hari ini, tapi kami mendengar sebelum tanggal 6 (April),” katanya. “Pengamanan dengan sendirinya ditingkatkan,” ujar Andi.

Jaga kantor DPP, Demokrat AHY siap hadapi kubu Moeldoko

Sementara itu, kantor DPP Demokrat sejak siang tadi memang sudah dijaga ketat anggota Satgas Rajawali. Walau begitu, tak terlihat adanya aparat Kepolisian yang ikut berjaga.


Terpisah, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan penjagaan kantor saat ini memang tengah diperketat. Demokrat kubu AHY, kata dia, menyiapkan komponen taktis dan cadangan untuk menjaga kantor DPP dari perebutan paksa oleh kubu Moeldoko.

“Termasuk juga komponen taktis dan cadangan kami juga tingkatkan,” kata Herzaky di Kantor DPP Demokrat.

Menurut Herzaky, hingga kini AHY dan kubunya lah sebagai pemegang kepengurusan Demokrat yang sah, dan telah diakui pemerintah lewat SK Menkumham. Maka itu, pihaknya tentu sudah bakal bersiap mempertahankan kantor DPP Demokrat itu dari ancaman pihak lain.

“Tentu kita koordinasi dengan aparat, tapi di sisi lain, namanya orang punya rumah dan tempat, tentunya kami punya hak melakukan bela diri, pada saat ada orang masuk ke propertinya, masuk wilayahnya. Punya hak dong untuk bela diri,” ujar dia.

Kubu AHY mengada-ada?

Sementara itu, terpisah dikutip CNN, Juru Bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad menegaskan, apa yang disampaikan Andi Arief soal perebutan paksa kantor DPP adalah hoaks.


Foto Suara.

Rahmad menegaskan hal itu, lantaran pihaknya selalu mematuhi tata peraturan perundangan di Indonesia.

“Itu informasi super hoaks dan mengada-ada. DPP Partai Demokrat pimpinan Moeldoko taat pada undang-undang dan aturan berlaku.”

“Cara-cara begal, hoaks, cara rampok, cara haram tak ada dalam kamus kami. Istilah rampok, bohong, hoaks, abal-abal, rebut paksa adalah kata-kata yang muncul dari kubu SBY-AHY yang mengaku bersih, cerdas, santun,” kata Rahmad.(hops.id)