Kacau! Rp 94 M Duit Pensiunan Karyawan PT Krakatau Steel Group yang Diinvestasikan di Koperasi Tak Bisa Ditarik

Infomenia.net -  Sebanyak 246 pensiunan PT Krakatau Steel Grup mengeluhkan uang pensiun yang diinvestasikan kepada Primer Koperasi Karyawan ...


Infomenia.net - 
Sebanyak 246 pensiunan PT Krakatau Steel Grup mengeluhkan uang pensiun yang diinvestasikan kepada Primer Koperasi Karyawan Krakatau Steel (Primkokas) tak bjsa ditarik. Nilainya disebut-sebut mencapai Rp94 Miliar.

Mereka tergiur menginvestasikan uang pensiunannya ke koperasi milik Krakatau Steel yang berlokasi di Jalan Yasin Beji, Komplek PT KS, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon itu lantaran adanya janji fee di atas rata-rata bank.

Setiap pensiunan nilai investasinya bervariasi mulai dari Rp150 juta hingga Rp1,25 miliar. Waktunya pun bervariasi mulai dari tahun 2010 hingga 2017.

“Namanya Simpanan Berjangka (Sijaka) ini program menjanjikan nilai fee yang cukup lumayan di atas rata-rata bank makanya kita menginvetasikan ke Sijaka,”kara Tahyar Bunyamin salah satu anggota Primkokas kepada awak media, Selasa, 9 Maret 2021.

“Saya mendaftarkan Sijaka di tahun 2014, begitu pensiun saya masukan uang ini uang saya Rp105 juta 14 lembar untuk biaya anak sekolah. Ternyata di 2019 saya ada info di Primkokas terjadi rush penarikan uang dari situ saja mengajukan penarikan bulan oktober 2019, saya daftarkan saya ingin mencairkan uang ini ternyata tidak keluar uangnya,”tambahnya.

Tahyar menerangkan, di dalam kesepakatan yang tertuang dalam Sertifikat Sijaka untuk melakukan proses pencairan, Tahyar perlu terlebih dahulu melakukan pendaftaran penarikan uang.

Namun, faktanya setelah melakukan pendaftaran uang milik Tahyar belum juga bisa di cairkan.

“Dalam poin di sertifikat 3 bulan sebelumnya harus mengajukan penarikan uang, tapi point-point didalam lembar itu tidak telealisir semua itu hanya tulisan saja faktanya tidak ada hingga beberapa kali mengikuti rapat initinya uang itu tidak ada kalau ada pasti sudah di bayar,”terangnya.

Hal serupa dikatakan oleh Suparman yang merupakan pensiunan anak perusahaan PT KS, Ia mengungkapkan mengikuti program Sijaka pada tahun 2019 dengan menginvetasikan uang miliknya sebesar 500 juta.

Namun berjalannya waktu sejak dia melakukan pendaftaran penarikan uang hingga tahun 2021 uang tersebut belum juga bisa di cairkan.

“Saya ikut anggota 2018 bulan Januari mulai simpan pada bulan april kita mengajukan penarikan bulan agustus 2019 saya tarik semua 300 juta sampai sekarang tidak ada realisasinya. Awal 500 juta pada bulan maret 2019 masih bisa di tarik 200, sampai kesini tidak bisa di tarik sisanya 300 juta,”tuturnya.

Pernyataan berbeda disauarakan Anwar anggota Primkokas lainnya. Ia mengaku mendapatkan alasan dari pengurus Primkokas bahwa uang milik para pensiunan dimasukan ke dalam keuntungan Primkokas dan di pergunakan untuk menggaji para pengurus dan lainnya.

“Dimasukan satu keuntungan Primkokas dari keuntungan itu dibagikan untuk gaji dan segala macem jadi itu salahnya, katanya salah managemen, kalau kata saya itu bukan salah managemen karena dari tahun 2010 kejadiannya menurut saya itu korupsi karena masa dari tahun 2010 begitu saja,”ungkapnya

“Kita-kita ini total anggota 246 Sijaka total uangnya Rp94 miliar, kita ini ini cuma dijanjikan dari dulu ada aset aset itu pun bermasalah karena berhubungan dengan komisaris PT KS berhubungan dengan pembina dari Dirut SDM PT KS sebagai pembinanya dan ada undang-undang juga jadi tidak bisa di jual semaunya, hasilnya tidak jelas ini mau kembali lagi kesitu,”pungkasnya.

Hingga berita ini di publish saat dikonfirmasi awak media ketua Primkokas Syarip Rahman belum memberian jawaban.(bantenhits.com)