Jokowi Restui Asing Cari Harta Karun di Laut RI, Susi Pudjiastuti Sampai Fadli Zon Menjerit

Infomenia.net -  UU Cipta Kerja Omnibus Law kembali mencuri perhatian massa dengan berbagai implementasi kebijakannya. Usai soal izin invest...


Infomenia.net - 
UU Cipta Kerja Omnibus Law kembali mencuri perhatian massa dengan berbagai implementasi kebijakannya. Usai soal izin investasi industri minuman keras, kini Presiden Joko Widodo rupanya membolehkan investor asing dan swasta dalam negeri mencari harta karun di bawah laut Indonesia.

Yang dimaksud sebagai harta karun dalam hal ini adalah benda muatan kapal tenggelam (BMKT). Kebijakan baru ini seperti diungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia yang menyebut usaha pencarian BMKT adalah salah satu dari 14 bidang usaha yang dibuka pemerintah di era implementasi UU Ciptaker.

"14 yang dibuka, (salah satunya) ada pengangkatan benda berharga muatan kapal tenggelam," kata Bahlil dalam konferensi pers virtualnya, Rabu (3/3). "Jadi kalau mau cari harta karun di laut, bisa lah kau turun."

BMKT ini meliputi barang peninggalan sejarah atau benda purbakala di kapal yang karam di laut Indonesia. Barang yang bisa dibangun kembali pun termasuk dalam kategori ini.

Kendati demikian Bahlil memastikan bahwa pencarian harta karun ini tetap dengan berbagai syarat ketat, seperti mengajukan perizinan resmi ke pemerintah Indonesia melalui BKPM. "Syarat izinnya datang ke kita untuk bisa dapatkan izin. Tapi harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan," tegas Bahlil.

"Tidak langsung masuk OSS kemudian izin didapatkan, harus ada syarat-syarat notifikasi," imbuh Bahlil. "Syaratnya itu tidak gampang karena ini bukan barang sembarangan, semakin bagus barang, semakin syaratnya bagus."

Kebijakan ini sebelumnya masuk bidang usaha tertutup karena menyesuaikan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Pemberlakuan beleid ini sontak diwarnai dengan pro dan kontra, seperti disuarakan oleh eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan elite Partai Gerindra Fadli Zon.

"Pak Presiden @jokowi & Pak MenKP @saktitrenggono @kkpgoid, mohon dg segala kerendahan hati utk BMKT dikelola &diangkat sendiri oleh pemerintah. Sudah banyak kita kehilangan benda2 bersejarah yg seharusnya jadi milik bangsa kita," cuit Susi lewat Twitter-nya.

Cuitan itu pun kemudian di-quote oleh Fadli lewat Twitter-nya. "Nasionalisme kadang berhenti di ucapan, tapi tindakan bisa jauh bertolak belakang," tulisnya.(wowkerenmedia.com)