Ini Profil Roger Gorayeb, Pelatih Voli Filipina yang Gugat Gender Aprilia Manganang

Infomenia.net -  Aprilia Manganang membuat heboh dunia voli Indonesia. Sebelumnya andalan di tim voli putri, ia kini dipastikan mengganti st...


Infomenia.net - 
Aprilia Manganang membuat heboh dunia voli Indonesia. Sebelumnya andalan di tim voli putri, ia kini dipastikan mengganti status jenis kelaminnya dari perempuan menjadi laki-laki.

Pada Selasa (9/3), KSAD TNI AD Jenderal Andika Perkasa menegaskan bahwa Aprilia terlahir sebagai seorang laki-laki. Akan tetapi, ia mengalami kelainan sistem reproduksi Hisposdia.

Selama beberapa tahun, Aprilia menjadi bagian dari timnas voli putri Indonesia. Kehadirannya memicu kontroversi. Pelatih timnas voli putri Filipina, Roger Gorayeb, pernah memprotes adanya Aprilia di tim Indonesia pada SEA Games 2015.

Pada stori ini, kumparanSPORT mengajak kalian untuk mengenal lebih dalam profil Roger Gorayeb. Silakan disimak.

Profil Roger Gorayeb, Pelatih Voli Putri Filipina


 Facebook/Roger Gorayeb

Roger Gorayeb merupakan nama besar dalam kancah voli Filipina. Pria kelahiran 1960 (ada juga yang bilang 1961) itu merupakan salah satu sosok yang disegani di negara yang kini dipimpin oleh Rodrigo Duterte itu.

Bagaimana tidak? Sebab, sebagai pelatih, Gorayeb sudah memiliki banyak prestasi di dunia voli.

Saat ini, Gorayeb melatih tim voli San Sebastian Lady Stags. Berkat tangan dinginnya, tim kampus institusi Katolik itu meraih 11 kali juara beruntun di kompetisi voli Filipina selama 1986-1997.

Total, Gorayeb sukses mempersembahkan 22 gelar juara untuk tim voli putri San Sebastian. Selain itu, ia juga memiliki koleksi enam titel juara di voli pantai dan 11 kali juara dengan tim voli junior (NCAA championships).


Foto: Pixabay

Selain San Sebastian, Roger Gorayeb juga pernah melatih beberapa tim lain: Ateneo de Manila (2008–2013), Timnas Filipina (2013 dan 2015), PLDT (2014), National University (2015–2017), BaliPure Purest Water Defenders (2016–2017), PayMaya High Flyers (2018).

Keluhannya terhadap Aprilia Manganang terjadi di SEA Games 2015. Pada laga babak grup yang berlangsung 9 Juni tersebut, Filipina kalah dari Indonesia dengan skor 25-22, 25-20, 25-14.

"Aprilia sangat kuat, ini seperti memainkan laki-laki ke dalam pertandingan perempuan," keluh Gorayeb kala itu.

Keluhan itu berujung inisiasi delegasi Filipina meminta panitia SEA Games 2015 untuk melakukan tes kelamin terhadap Aprilia. Namun, pada akhirnya, itu tak terjadi karena keberatan yang diajukan berujung penolakan.


Foto: Instagram/Aprilia Manganang

Roger Gorayeb adalah penyintas kanker

Sebagai orang yang berkecimpung di dunia olahraga, Roger Gorayeb ironisnya sempat berurusan dengan penyakit yang cukup berat. Pada 2019, ia didiagnosis mengidap multiple myeloma--kanker sel plasma, sejenis sel darah putih yang biasanya menghasilkan antibodi.

"Saya menjalani tes serum sekitar sebulan yang lalu dan hasilnya semua negatif. Seperti nol. Saya bebas kanker. Tidak ada tanda-tanda lagi, saya tidak memiliki luka lagi di tulang saya. Tentu saja, dokter tidak ingin terlalu percaya diri," katanya kala itu, dikutip dari Rappler.

Boleh jadi, hal yang membuatnya bersemangat untuk sembuh adalah faktor keluarga. Anak-anaknya cukup suportif terhadap dirinya.

"Saya senang karena selama saya di rumah sakit, saya tidak tahu bahwa istri saya dan saya sama-sama dirawat di rumah sakit. Anak-anak saya mengurus semua dokumen, belanjaan, persyaratan bank, dan berbicara dengan rumah sakit," lanjutnya.

Filosofi kepelatihan Roger Gorayeb


Foto: Facebook/Roger Gorayeb

Apakah Roger Gorayeb adalah tipikal orang yang 'gila' gelar juara? Tidak juga.

Bagi Gorayeb, pencapaian tertinggi seorang pelatih voli bukanlah jumlah gelar yang dimenangkan. Namun, itu adalah tentang menciptakan bakat-bakat pemain voli dari negaranya.

"Prestasi saya adalah saya bisa membantu mereka (para pemain). Bahwa setelah mereka lulus, mereka menjadi orang-orang hebat. Prestasi terbesar saya adalah mereka kembali kepada saya [untuk menjenguk saya terutama ketika sakit]," tuturnya, dikutip dari Pinoy Liga.

"Saya tidak memikirkan tentang kejuaraan. Yang saya pikirkan adalah jika para pemain saya menjalani hidup yang hebat," tegas Gorayeb.(kumparan.com)