Ini Dia Sosok 'Crazy Rich' Kalimantan Selatan, Pemilik Kapal LCT Pribadi

Infomenia.net - Bagi warga  Kalimantan Selatan , nama " crazy rich " Andi Syamsuddin Arsyad yang akrab dipanggil Haji Isam, tentu ...


Infomenia.net -
Bagi warga  Kalimantan Selatan , nama " crazy rich " Andi Syamsuddin Arsyad yang akrab dipanggil Haji Isam, tentu sangat familiar. Selain dikenal dermawan, Haji Isam aktif di  dunia otomotif . 

Dia memiliki tim balap bernama Jhonlin Racing Team, yang biasa merumput di kelas Jip Tubular offroad. Tim ini memiliki homebase dan bengkel berfasilitas komplit, yang dikomandani seorang mekanik bule. 

Jhonlin Racing diperkuat lima pembalap, di antaranya Liana Jhonlin, putri Haji Isam. Dalam setiap kejuaraan yang diikutinya tim ini tampil all out. Pada event Indonesia X-Treme Off Road Adventure Team di Sirkuit Sakura Gunung Goong Tasikmalaya misalnya, tim berciri khas warna kuning ini datang dengan kapal LCT pribadi.

Kapal Landing Craft Tank ini mengangkut 4 unit trailer container, 3 bis motorhomes, 1 crane truck, 1 water truck, 3 truk logistik & spareparts, 4 mobil support operasional, 1 unit ATV, 2 unit UTV dan tentunya 5 unit mobil balap yang akan bertarung di sirkuit.

Sebagai crazy rich yang uangnya segunung, dia tak ragu menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk kegiatan filantropi. Sebut saja membangun masjid megah di Jalan Kodeco KM 2,5 Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu. 

Orang-orang menyebutnya Masjid Al-Falah, Batulicin, diambil dari nama pusat kota Tanah Bumbu. Masjid berwarna putih bernuansa emas di beberapa sisinya itu berarsitektur Timur Tengah berpadu ornamen khas Kalimantan Selatan.

Masjid dua lantai itu berdiri di tanah seluas 1,6 hektare yang dibangun Jhonlin Group bersama konsultan PT Graha Cipta Adi Prana dan kontraktor PT Grici Mas dari Jakarta.

Masjid sangat luas ersdengan ruang parkir yang mampu menampung ratusan mobil. Di pelatarannya terdapat sebuah kolam ikan cukup besar guna menciptakan suasana segar dan asri. 

Haji Ilsam juga membangun sebuah rumah sakit berstandar internasional bernama Marina Permata Hospital. Rumah sakit berada di Jalan Kodeco KM 03 Gunung Besar Simpang Empat Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Menurut pemiliknya, Kabupaten Tanah Bumbu membutuhkan rumah sakit yang mampu menampung 400 pasien rawat inap. Tetapi saat ini belum bisa dipenuhi oleh semua fasilitas kesehatan yang ada.

Rumah sakit dibangun setinggi tiga lantai di area seluas 10.000 meter persegi, sebagai proyek tahap awal. Peletakan batu pertama oleh Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming.

Umrahkan Guru Sekolah

Pada Februari 2018, sebelum masa pandemik, Haji Isam mengumrahkan semua guru SMPN 1 Mentewe, Tanah Bumbu.

Mereka yang diberangkatkan adalah guru-gurunya yang bertugas saat ini, lalu guru-guru yang mengajar tahun 1990 hingga 2000 beserta suami/isteri masing-masing yang seuruhnya berjumlah 250 orang. Selain itu juga menyumbang dana segar untuk sekolahnya sebesar Rp1,5 miliar.(sindonews.com)