GothamChess Kritik Beringasnya Netizen RI, Tempel Bukti Dewa Kipas Curang

Infomenia.net -  Setelah beberapa waktu mengunci akun Instagram, pecatur master Levy Rozman alias GothamChess kembali menanggapi serangan ne...


Infomenia.net - 
Setelah beberapa waktu mengunci akun Instagram, pecatur master Levy Rozman alias GothamChess kembali menanggapi serangan netizen pendukung Dadang Subur. Kritik tersebut ia lontarkan lewat posting-an di Instagram Stories.

Kritik ini menyusul hasil penyelidikan bahwa Dadang Subur alias Dewa Kipas diduga melakukan kecurangan hingga diblokir Chess.com. Ia mengunggah foto halaman koran salah satu media Indonesia yang memberitakan bahwa Dadang Subur benar melakukan kecurangan.

“Drama ini telah berakhir. Kebenaran telah terungkap,” tulis GothamChess dalam caption postingan Instagram tersebut.

Menyusul posting-an tersebut, GothamChess mengunggah Stories dan menyambut kembali para pengikutnya di Instagram. Ia berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang tetap mendukungnya saat drama dengan Dewa Kipas terjadi.

Di sisi lain, GothamChess juga bercerita bahwa ia masih saja menerima makian dan kata-kata kasar dari netizen Indonesia akibat drama tersebut. Ia memperingatkan masyarakat Indonesia untuk rajin-rajin membaca berita.

“Halo semua, hari ini secara resmi saya kembali membuka akun Instagram saya lagi. Dan saya cuma ingin berterima kasih kepada orang-orang yang masih mendukung saya melewati ini. Ya, memang lumayan kacau. Dan kalau kalian dari Indonesia, dan sekarang mendukung saya, terima kasih juga untuk kalian,” kata GothamChess.

“Tapi masih ada saja netizen Indonesia yang mengirimkan saya pesan, seperti ‘f*** your mother, do a rematch!’ Guys, semuanya itu bohong. Baca berita, makanya!” lanjutnya.

Akun Chess.com tegaskan Dewa Kipas curang

Platform catur online Chess.com memblokir akun Dadang Subur alias Dewa Kipas karena terbukti melakukan kecurangan dalam pertandingan melawan YouTuber GothamChess.

“Algoritma dan tim ahli kami meninjau lusinan game dan ratusan gerakan untuk menentukan temuan kami, dan tidak ada apa pun tentang penutupan yang dibuat dengan tergesa-gesa atau tanpa melalui proses peninjauan standar, teruji, dan sangat menyeluruh kami,” kata Director of Fair Play Chess.com, Sean Arn, dalam sebuah pernyataan resmi kepada kumparanTECH, Jumat (12/3).

“Buktinya jelas bahwa pemain tersebut menggunakan bantuan dari luar untuk meningkatkan kinerja catur mereka, dan kami akan melakukan penutupan yang sama setiap kali disajikan dengan data ini,” sambung Arn.

Selain itu, Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) juga mengakui bahwa ada kejanggalan pada data-data yang ditunjukkan Dewa Kipas atau Dadang Subur saat bermain di layanan Chess.com.


Pengamat catur nasional dan internasional sekaligus ahli teknologi informasi PB Percasi melihat keanehan data dari 369 gim catur yang Dewa Kipas lakukan sejak 11 Februari 2021 sampai akhirnya terkena blokir Chess.com. Dari 369 gim, Dewa Kipas bermain 333 gim rapid 10 menit.

“Data dari game Dewa Kipas sebelum tanggal 22 itu memiliki grafik yang naik turun. Itu manusiawi, jadi kadang bermain bagus, kadang bermain kurang bagus. Ini wajar," kata Heri Darmanto dari PB Percasi, saat konferensi pers yang digelar pada Jumat (12/3) lalu.

Namun, Heri menyoroti setelah tanggal 22 Februari 2021. Menurutnya, permainan Dewa Kipas berubah drastis. Dari data yang ia sajikan, tercatat performa Dewa Kipas hanya tiga kali mengalami penurunan pada 25 Februari dengan akurasi pergerakan terendah 8,1 persen. Sementara, sisanya selalu stabil di atas dengan akurasi pergerakan kebanyakan mencapai di atas 90 persen, bahkan yang tertinggi mencapai 99,5 persen.

GothamChess pun heran dengan Dewa Kipas yang mendadak menang 27 gim beruntun dengan 97 persen akurasi setelah kalah dua gim dengan akurasi 35 persen dan delapan persen.

Meskipun begitu, Ali, anak Dadang Subur, yang meramaikan kasus ini, membantah bahwa ayahnya melakukan kecurangan dengan memakai bot.(kumparan.com)