Ga Nyangka! Setahun Pandemi, Pasien 01 Alami Efek Long Covid Penggumpalan Darah

Infomenia.net -  Pasien 01 Covid-19 Indonesia, Sita Tyasutami mengungkapkan bahwa dirinya tengah mengalami gejala penyakit efek covid jangka...


Infomenia.net -
 Pasien 01 Covid-19 Indonesia, Sita Tyasutami mengungkapkan bahwa dirinya tengah mengalami gejala penyakit efek covid jangka panjang atau long Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir.

Sita menyebut sejak dinyatakan sembuh pada 13 Maret 2020, ia tidak merasakan gejala apapun hingga Desember 2020. Gejala long covid baru dialaminya sekitar Januari 2021 atau 10 bulan setelah dinyatakan sembuh.

"Aku sampai Desember tidak mengalami efek apapun, ya sudah sehat saja. Aku akhirnya baru mulai ada tanda-tanda long covid itu di bulan Januari, jadi memang ini 2021 baru 2 maret dan saya sudah 5 Minggu ini sakit," kata Sita dalam diskusi KPCPEN, Selasa (2/3/2021).

Dia menjelaskan gejala-gejala yang muncul pada dirinya antara lain menjadi mudah lelah, sulit bernafas, hingga kerontokan rambut.

"Jadi ternyata waktu dicek memang ada penggumpalan darah seperti banyak dari pasien lainnya. Jadi memang selain itu aku juga baru baca bahwa 1 dari 5 dari pasien covid itu mengalami hair loss, itu juga sampai sekarang masih, dan juga nafasku jadi megap-megap ngos-ngosan lagi, turun banget sih," jelasnya.

Diketahui, penularan pertama yang terdeteksi berawal dari pesta dansa di sebuah cafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada malam Hari Valentine 14 Februari 2020 yang diikuti oleh Sita Tyasutami. Ketika itu ia berdansa bersama seorang warga negara Jepang.

Virus Sars-Cov 2 itu kemudian berinkubasi selama dua pekan, Sita mengalami batuk berkepanjangan hingga harus dirawat di RS Mitra Medika, Depok sejak 26 Februari 2020. Tiba-tiba pada 28 Februari 2020 orang Jepang yang sudah berpindah ke Malaysia itu menelpon dan memberi kabar bahwa ia positif Covid-19.

Mendengar kabar itu, RS Mitra Medika langsung merujuk Sita ke Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Di RSPI, Sita langsung menjalani pemeriksaan Covid-19 dan dinyatakan positif pada 1 Maret 2020, dan dinobatkan sebagai pasien 01 pada 2 Maret 2020 oleh pemerintah.

Sita juga menulari keluarganya yang menjadi klaster keluarga pertama di Indonesia bersama ibu Maria Darmaningsih (02), dan sang kakak Ratri Anindyajati (03) yang menyusul Sita dirawat ke RSPI.

Penelusuran kontak pun dilakukan di cafe tersebut, dan tercatat ada 80 orang yang turut serta dalam pesta dansa itu.

Dan per 2 Maret 2021 ini, Satgas Covid-19 mencatat sudah ada 1.341.314 orang Indonesia yang terinfeksi, 153.074 masih dalam perawatan, 1.151.915 orang sembuh, dan 36.325 jiwa meninggal dunia.(suara.com)