Anak Buah Prabowo Subianto Terlibat Pencurian Minyak Milik Pertamina, Gerindra: Sibuk, Belum Cek...

Infomenia.net -  Rahmat Muhajirin, anak buah Prabowo Subianto di DPR, sedang digoyang kasus. Dia dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MK...


Infomenia.net - 
Rahmat Muhajirin, anak buah Prabowo Subianto di DPR, sedang digoyang kasus. Dia dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) karena diduga terseret kasus pencurian minyak milik Pertamina di Tuban, Jawa Timur, pekan lalu. Kasus ini masih berproses. Pertanyaannya, apakah Rahmat akan selamat apa tamat? 

Kasus pencurian minyak ini diungkap Tim Gabungan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Sabtu (20/3). Polisi berhasil mengamankan kapal MT Putra Harapan yang mencuri 21,5 ton BBM jenis solar dari Single Point Mooring (SPM), milik PT Pertamina di perairan Tuban.    

Dalam kasus ini, Polisi mengamankan dua orang tersangka, yaitu nakhoda kapal Ali Ismail (47) dan anak buah kapal (ABK) M Taufik (39). Sementara, empat tersangka lain yang berinisial J, M, K, dan H melarikan diri dengan loncat ke laut saat akan dibekuk. 

Motif pencurian dilakukan dengan menggunakan selang yang dihubungkan ke mulut pipa penyambung hose SPM Pertamina yang berada di bawah laut. Dari hasil pengukuran atau sounding barang bukti BBM jenis solar yang berada di atas kapal MT Putra Harapan, didapatkan bukti sebanyak 21.517 liter atau setara 21,5 ton. Dari hasil uji laboratorium terhadap sampel yang diambil, solar itu identik dengan milik PT Pertamina Tuban. 

Selang tiga hari dari pengungkapan kasus ini, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR didatangi sejumlah mahasiswa. Mereka melaporkan Rahmat Muhajirin, yang saat ini duduk sebagai anggota Komisi III DPR. Para mahasiswa itu menduga Rahmat terlibat pencurian minyak tersebut. 

"Iya (melaporkan Rahmat Muhajirin). Tadi siang sekitar pukul 12 lewat saya datang ke MKD," kata anggota Mahasiswa Pemerhati MIGAS, Syahroni, kepada wartawan, Senin (22/3).   

Syahroni menerangkan, laporannya telah diterima MKD. Dia berharap, MKD dapat memproses laporan itu secara profesional. "Ungkap kebenaran ini dengan sebaik-baiknya," cetusnya.(wartaekonomi.co.id)