6 Tahun Kematian Akseyna, Orang Tua Ungkap Penyelidikan Selama 1,5 Tahun Mandek

Infomenia.net -  Enam tahun berlalu, kematian Akseyna Ahad Dori alias Ace hingga kini belum juga terungkap siapa pembunuhnya. Ace saat itu m...


Infomenia.net - 
Enam tahun berlalu, kematian Akseyna Ahad Dori alias Ace hingga kini belum juga terungkap siapa pembunuhnya. Ace saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (MIPA UI). Saat itu jasadnya ditemukan mengambang di Danau Kenanga UI, Depok pada 26 Maret 2015.

Orang tua Akseyna pun selalu berharap kasusnya menemukan titik terang. Namun harapan itu hingga kini masih buram. Bahkan menurut pihak keluarga, kasus kematian Akseyna sudah tidak ada perkembangan sejak 1,5 tahun ini.

“Tidak pernah update selama 1,5 tahun ini. Tidak tahu perkembangan penyelidikan yang dilakukan polisi. Yang jelas polisi janji menuntaskan, termasuk Kapolres Depok yang sekarang, menyatakan begitu di media,” kata Marsekal Pertama TNI AU, Mardoto, ayah Akseyna, Jumat (26/3).

Dirinya selalu berdoa agar pembunuh anaknya segera terungkap. Harapan itu masih terbesit di benaknya sampai sekarang. Dirinya pun masih menaruh harapan besar pada polisi untuk mengungkap kasus lama tersebut. “Saya percaya penuh pada polisi. Karena tugasnya memang itu. Tapi saya tidak menutup untuk menerima info dari siapa saja. Bukan penyelidikan, karena enggak berwenang untuk itu,” ucapnya.

Dirinya bahkan sempat melayangkan surat ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada awal kasus kematian anaknya. “Komnas HAM pernah saya bersurat di awal kasus, mereka prinsipnya mendukung untuk disidik terus,” tambahnya.

Dikatakan dia bahwa internal kampus seolah menutup diri atas kasus ini. Dia menyesalkan karena pihak kampus tidak membuat tim investigasi sejak awal. Dirinya justru mendapat dukungan dari pihak lain.

“Bantuan dan dukungan dari netizen sangat banyak. Tidak ada bantuan atau dukungan kampus. UI tidak mau membentuk tim investigasi sejak awal,” pungkasnya.

Diketahui bahwa Akseyna ditemukan tewas dengan sejumlah bukti antara lain dia membawa tas berisi batu. Kemudian di sepatunya tidak ditemukan goresan. Selanjutnya, pada paru-paru ditemukan cairan yang menandakan jika korban masih dalam keadaan bernafas di danau tersebut sebelum akhirnya ditemukan terbujur kaku. Di tempat kos nya ditemukan secarik surat yang diduga ditulis oleh dua karakter berbeda.(merdeka.com)