Video Vulgarnya Beredar di Medsos, Krisna Mukti Lapor Polisi Hingga Beber Alasan Bikin Video Saat Mandi

Infomenia.net -   Krisna Mukti bersama kuasa hukumnya, Didit Widjayanto mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan kasus penyebaran video ...


Infomenia.net - 
 Krisna Mukti bersama kuasa hukumnya, Didit Widjayanto mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan kasus penyebaran video dan foto syur di media sosial, Twitter. Krisna merasa dirugikan karena pemeran dalam video tersebut dibuat seolah adalah dirinya.

Krisna Mukti mengakui jika salah satu video yang beredar adalah dirinya. Hal itu berawal dari peristiwa handphone miliknya yang di-hack beberapa bulan lalu.

"Beberapa bulan yang lalu itu HP saya kena hack saya terima satu kode dari orang yang ngaku temen saya. Dia bilang mau kegiatan sosial gitu tapi ada kode yang dikonfirmasi," ujar Krisna kepada WowKeren di Polda Metro Jaya, Jumat (4/12). "Karena itu keadaannya jam 3 pagi gue udah ngantuk banget. Akhirnya gue okein tuh kode itu. Begitu gue okein blank, ternyata HP gue di-hack."

Krisna pun mencoba untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. Sayangnya kala itu pihak kepolisian mengarahkan Krisna untuk menghubungi pihak operator untuk memulihkan fungsi ponselnya. Setelah 1 minggu, ponsel Krisna akhirnya bisa kembali pulih meski sempat menerima ancaman pemerasan.

"Kemudian sampailah di tanggal 1 desember kemarin tiba tiba ada laporan. 'Mas Krisna udah liat belum ada foto bugil ada video bugil mas Krisna' 'Gue nggak punya Twitter' gue bilang gitu. Akhirnya di-screenshot lah, begitu di-screenshot oiya ini bener video video gue emang," tutur Krisna.

Krisna tak menampik jika video tersebut adalah salah satu koleksi pribadinya saat iseng di rumah. Tapi yang membuat Krisna tak terima adalah adanya video senonoh lanjutan yang seolah menggiring opini jika sosok dalam video tersebut adalah dirinya.

"Ya kita kan kalau iseng di rumah kan gue rasa siapapun juga pernah lah selfi gitu kan dalam keadaan nggak pake baju. Tapi gue bawahan pakai celana. Cuman yang bikin aneh adalah setelah itu ada video lanjutan yang nggak ada mukanya. Di rekayasa seolah olah itu adalah gue dalam keadaan tidak pakia apa-apa bawahnya vulgar,sedang melakukan hal yang senonoh," jelas Krisna.

Tapi gue berinisiatif biar nggak berlarut larut gitu. Supaya dia nggak makin kurang ajar akhirnya gue melaporkan kejadian ini kepada mas Didit Wijayanto, lawyer saya beserta tim. Nah pada hari ini kita inisiatif laporan ke Polda karena melanggar beberapa pasal. Supaya orang itu tidak buat seperti itu lagi," pungkas Krisna Mukti.

Alasan membuat Video

Krisna Mukti melaporkan 3 gugatan sekaligus terkait video koleksi pribadinya yang tersebar luas di media sosial. Di antaranya pencemaran nama baik dan akses ilegal terhadap HP-nya yang di-hack.

Video pribadi miliknya yang tersebar adalah saat dirinya sedang mandi dalam keadaan topless. Krisna pun rupanya punya alasan tersendiri mengoleksi rekaman video tubuhnya. Krisna pun merasa tak ada yang salah dengan aksinya tersebut.

"Gue tuh buat konsumsi gue aja. Gue beranggapan, usia gue kan sudah tua, gue pikir gue masih sehat. Buat seneng-seneng aja video itu. Kayak 'Ini loh usia segini gue masih sehat'. Emang salah?" ungkap Krisna pada WowKeren di Polda Metro Jaya, Jumat (4/12). "Itu buat motivasi aja bukan yang aneh-aneh. Toh gue tidak bikin video atau foto yang vulgar. Rasanya semua orang pernah untuk konsumsi pribadi, tidak disebarluaskan."

"Kesalahan gue waktu itu mengkonfirmasi kode yang dikirimkan oleh si hacker yang ngaku jadi temen gue. Memang gue kenal sama temen gue itu, tapi nomor yang dia pakai itu emang nggak ada di daftar kontak gue," sambung Krisna.

Tersebar luas di Twitter, Krisna rupanya pertama kali tahu soal video tersebut dari salah satu followers di Instagram. Pasalnya, Krisna mengaku sudah lama tidak menggunakan Twitter. "Di twitter, saya nggak punya akun Twitter. Ada akun Twitter, tapi udah lama, udah nggak bisa dibuka, saya lupa password-nya. Yang ngadu itu adalah followers di Instagram. Kata mereka, 'Mas Krisna udah lihat ini belum, bener nggak ini mas Krisna?' gitu," tutur Krisna.

"Jadi pasalnya itu kita laporkan 3 pasal. Pasal 27 ayat 3 UU ITE, pencemaran nama baik, pasal 30 itu melakukan illegal access terhadap HP mas Krisna, pasal 32 kalau ada gambar yang dirubah, diedit. Jadi apa yang di-upload nggak melulu diambil dari galeri, tapi ada juga yang diubah. Jadi tiga pasal. Kalau ada pengembangan, kita serahkan itu nanti urusan penyelidik apabila bisa ditingkatkan ke penyidikan," pungkas Didit selaku kuasa hukum Krisna.

(wowkeren.com)