Dikepruk Kunci Inggris oleh Security Hotel, Dokter Cantik Ranisa Larasati Masih Terbaring di Ruang ICU

Infomenia.net -  Dokter Cantik Ranisa Larasati yang dianiaya security Hotel Bamboo Inn, Palmerah, Jakarta Barat, hingga kini masih menjalani...


Infomenia.net - 
Dokter Cantik Ranisa Larasati yang dianiaya security Hotel Bamboo Inn, Palmerah, Jakarta Barat, hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RS Siloam akibat tengkorak kepalanya pecah.

Luka tersebut didapat korban akibat hantaman kunci inggris sebanyak 9 kali dibagian kepala atas.

Selain itu mata bagian kiri korban juga lebam dan membengkak dipukul menggunakan tangan oleh Abdul Jabar.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan, korban masih menjelani perawatan diruang ICU rumah sakit. 


"Bagian atas tulang tengkorak kepalanya pecah sehingga harus di operasi. Jadi serpihan pecahan tulang tengkorak itu menempel dan itu harus dibersihkan," kata Arsya, di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (24/12/2020).

Dikatakan, dari hasil penyelidikan diketahui bahwa korban merupakan dokter yang berprestasi dengan nilai kelulusan yang tinggi.

“Korban merupakan dokter berprestasi jika kita melihat labelnya. Pada tahun 2014, korban merupakan 10 besar tes UN, dia ingin sertifikasi dokter jantung. Namun karena kejadian ini akhirnya tertunda,” tukas Arsya.

Seperti diketahui, korban dianiaya di Hotel Bamboo Inn, Palmerah, Jakarta Barat, pada Minggu (20/12/2020).

Baca juga: Security yang Memukul Kepala Dokter Wanita Pakai Kunci Inggris Hingga Bocor Diringkus Polisi, Motifnya Ingin Memperkosa

Di hotel itu, korban berencana untuk mengikuti kegiatan sertifikasi dokter jantung yang digelar sejak 18 Desember 2020 lalu.

Korban mendapat pelecehan oleh tersangka sejak berada di dalam lift hotel. Pelecehan tersebut dilakukan tersangka lantaran suka dengan wajah cantik korban. 

"Jadi di lift pelaku sempat melecehkan korban, tapi ditepis kemudian langsung dipukul pelaku pakai tangan mengenai mata korban. Kemudian sampai di lantai 6 korban ditarik ke ruangan kosong dan hendak di perkosa," ucap Arsya.

Didalam ruangan kosong ini, tersangka lalu meminta uang Rp500 ribu tapi karena takut korban menyerahkan dompetnya yang berisi uang Rp150 ribu.


Tidak cukup disitu tersangka juga berusaha memperkosa korban, namun kembali mendapat perlawanan.

Tersangka kemudian kesal dan marah lalu mengambil kunci Inggris yang sudah dibawanya dan dipukulkan sebanyak 9 kali ke bagian kepala korban. Kucuran darah berceceran di ruangan hingga dinding lantai 6 hotel.

Korban sempat teriak, namun ruangan tersebut dalam keadaan sepi. 

Melihat korban meringis kesakitan, tersangka panik dan masih sempat membawa korban kembali ke mobilnya.


"Pelaku ini ketakutan dan mengantar korban kembali ke mobil. Kemudian mengarahkan korban untuk pergi. Korban diminta untuk bilang mengalami kecelakaan. Karena takut korban pergi," tukas Arsya.

Begitu korban pergi, tersangka langsung kabur dari hotel tempatnya kerja. "Pelaku ini kabur beberapa lama kemudian setelah kejadian. Jadi korban sempat ditangani di RS Harapan Kita sebelum dirujuk ke RS Siloam karena sempat kritis," tutur dia.

Mendapat laporan, tersangka kemudian dibekuk Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat di rumah saudaranya di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, pada Minggu (20/12/200).


Penangkapan pelaku dari hasil rekaman CCTV dilokasi. (ilham/tri/poskota.com)