Saksi Ini Ngaku Pernah Diancam Pinangki: Saya Cekik Kamu!

Infomenia.net - Saksi bernama Rahmat yang dihadirkan jaksa penuntut umum di sidang lanjutan Pinangki Sirna Malasari mengaku pernah diancam P...


Infomenia.net - Saksi bernama Rahmat yang dihadirkan jaksa penuntut umum di sidang lanjutan Pinangki Sirna Malasari mengaku pernah diancam Pinangki. Kenapa?

Hal itu terungkap saat jaksa penuntut umum mengkonfirmasi pernyataan ini dalam persidangan di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Senin (9/11/2020). Ancaman itu didapat Rahmat saat dipertemukan dengan Pinangki saat diperiksa.

"Saya tertarik soal terdakwa mengatakan 'saya cekik kamu' ke saksi itu kapan?" tanya jaksa.

"Kalau nggak salah waktu saya dipertemukan dengan Bu Pinangki di ruang kejaksaan Pak, malam-malam," jawab Rahmat.


Menurut Rahmat, saat itu Pinangki marah karena Rahmat menyebut Pinangki mengambil handphonenya (HP). Padahal, menurut Pinangki, dia tidak mengambil HP Rahmat.

"Iya dia bilang 'kan saya nggak ambil HP kamu' kenapa kamu bilang saya ambil hp kamu, kalau nggak salah gitu pak," sebut Rahmat.

Di sidang ini, Pinangki didakwa menerima suap USD 500 ribu dari USD 1 juta yang dijanjikan oleh Djoko Tjandra. Uang suap itu diterima Pinangki untuk mengurus fatwa Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung (Kejagung) agar pidana penjara yang dijatuhkan pada Djoko Tjandra berdasarkan putusan PK (Peninjauan Kembali) Nomor 12 Tanggal 11 Juni 2009 tidak bisa dieksekusi sehingga Djoko Tjandra bisa kembali ke Indonesia tanpa harus menjalani hukuman pidana.


Putusan PK itu berkaitan dengan perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali. Saat itu Pinangki menjabat sebagai jaksa di Kejagung.

Pinangki juga didakwa melakukan TPPU dengan membeli kebutuhan pribadi. Selain itu, dia juga didakwa melakukan pemufakatan jahat terkait pengurusan fatwa MA.

Jaksa pun mendakwa Pinangki melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (selanjutnya disebut UU Tipikor) subsider Pasal 11 UU Tipikor. Pinangki juga didakwa Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang serta didakwa terkait pemufakatan jahat pada Pasal 15 jo Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Tipikor subsider Pasal 15 jo Pasal 13 UU Tipikor.(detik.com)