Ini Sosok Kades Panaguan Pamekasan yang Ancam Bakar Warung Warganya Jika Ketahuan Jual Produk Prancis

Infomenia.net - Nama Kepala Desa Panaguan Daud Samsidin menjadi sorotan usai suratnya kepada warga Panaguan untuk memboikot produk Prancis v...


Infomenia.net - Nama Kepala Desa Panaguan Daud Samsidin menjadi sorotan usai suratnya kepada warga Panaguan untuk memboikot produk Prancis viral di media sosial.

Ya, surat itu menjadi sorotan terutama karena terdapat ancaman pada poin ketiga. Dalam poin ketiga surat itu, si kades menulis, "Barang siapa yang melanggar setelah diberi tegoran oleh Kades maka siap ludes dengan api membara."

Lantas, siapa sebenarnya sosok Daud Samsidin?

Berdasarkan penelusuran Indozone.id, Daud Samsidin terpilih sebagai kepala desa Panaguan pada November 2015 silam, dengan perolehan 2.019 suara. Pria berkumis ala pendekar Madura itu diarak para pendukungnya usai memenangkan pilkades waktu itu.

i Desa Panaguan, warga mengenal Daud sebagai sosok kades yang rajin beribadah ke masjid.

Maret lalu, saat COVID-19 mulai ditetapkan sebagai pandemi, ia bersama warga dan pihak Puskesmas Panaguan, bergotong-royong melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat umum, seperti aasjid, musola, dan lembaga pendidikan.

Sebelumnya diberitakan, muncul surat ajakan dari Kepala Desa Panaguan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang mengajak warganya untuk memboikot produk Prancis.

"Mengingat perbuatan keji oleh Negara Prancis terhadap umat Islam melalui pembuatan dan penyebaran KARIKATUR NABI, maka masyarakat Desa Panaguan telah bersepakat," demikian kalimat pembuka surat tersebut.
Dalam surat berkop Kantor Desa Panaguan dan berlogo Pemkab Pamekasan itu, ada tiga poin yang disampaikan oleh Kepala Desa, Daud Samsidin.

Pertama, ia meminta warga yang memiliki usaha berupa warung agar mengosongkan warungnya dari produk-produk Prancis, paling lama pada Selasa, 3 November 2020 saat matahari terbenam.

Kedua, ia mengajak warganya untuk berhenti mengonsumsi produk Prancis sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Ketiga, dan ini yang menjadikan surat tersebut viral dan jadi sorotan, si kades menulis, "Barang siapa yang melanggar setelah diberi tegoran oleh Kades maka siap ludes dengan api membara."
Surat itu juga menyertakan sejumlah logo produk Prancis yang harus diboikot dan dilenyapkan dari warung pada bagian paling bawah surat, dengan seruan bertuliskan "Ayo!!! Boikot Produk Prancis".

Selain oleh Kades Daud Samsidin, surat itu juga ditandatangani oleh Pengasuh PP Al-Awali KH Yoyok Mahali, Buyut Batu Ampar KH Imam Romli, Pengasuh Midad Al-Qodiri KH Husain Ali Kabrar, Ketua LPI Kecamatan Proppo K Maushul Mujib, Pengasuh Al-Harimain III KH Arif Mahalli, dan Mudir Darul Iman Panaguan KH Syamhari.(indozone.id/artikelasli)