Penganiaya Polisi Saat Demo Ricuh di Bandung Ternyata Simpatisan KAMI. Begini Kronologinya

Infomenia.net - Seorang anggota polisi disekap dan dianiaya sejumlah orang saat demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja berujung ricuh di Kota...


Infomenia.net - Seorang anggota polisi disekap dan dianiaya sejumlah orang saat demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja berujung ricuh di Kota Bandung. Penyekapan dan penganiayaan itu ternyata dilakukan simpatisan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di sebuah posko medis.

"Itu bukan posko unjuk rasa, tapi itu (posko) kegiatan kemanusiaan berupa kegiatan untuk kesehatan, evakuasi dan membantu logistik orang yang kehausan dan kelaparan. Ada dua dokter dan ambulans," ucap Koordinator Lapangan Posko Kesehatan KAMI Robby Win Kadir saat dihubungi, Selasa (13/10/2020).


Robby menceritakan saat insiden dugaan penganiayaan itu terjadi. Menurut dia, saat itu tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke posko medis KAMI dengan pakaian preman.


"Ya memang itu kita tutup, dia menerobos gitu. Bawa pentungan, bajunya baju hitam, kita nggak tahu kalau itu polisi. Kirain perusuh," tuturnya.

"Ya kita nggak tau itu perusuh atau bukan, itu berpakaian hitam terus melakukan tindak yang provokatif gitu," kata Robby menambahkan.

Menurut Robby, relawan medis dari KAMI melakukan perlawanan secara spontanitas.

 "Iya, melakukan tindakan perlawanan lah. Iya memang benar dipukuli di posko itu. Ya yang jelas dia berusaha mendobrak, terus memprovokasi, maka dilakukan perlawanan lah," ujar Robby.

Atas kasus tersebut, Polda Jabar telah menetapkan tujuh tersangka. Dari tujuh orang tersangka, tiga di antaranya yakni inisial yakni DR, DH dan CH ditahan. Menurut Robby, ketiga orang tersebut merupakan simpatisan KAMI.

"Dia simpatisan, tapi anggota KAMI ini bisa dalam bentuk organisasi atau perorangan yang bersimpati terhadap KAMI dalam rangka kegiatan-kegiatan penyelamatan bangsa dan kemanusiaan. Itu simpatisan," ucap Robby.


Pihaknya menyiapkan bantuan hukum bagi simpatisan yang kini diamankan polisi. "Ada dari LBH dan dari bantuan hukum dari KAMI sendiri KAMI sudah sediakan," tutur Robby.

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Barat Syafril Sjofyan mengakui adanya tiga simpatisan KAMI yang ditahan dalam demonstrasi yang terjadi Kota Bandung. "Cuma ada tiga relawan yang ditahan menjadi tersangka, dengan tuduhan mengeroyok petugas polisi di posko kesehatan," kata Sjofyan.

Insiden penyekapan dan penganiayaan itu terjadi saat aksi demo di Gedung DPRD dan Gedung Sate pada Kamis (8/10). Kericuhan pecah, anggota polisi berinisial Brigadir A itu melakukan pengejaran ke massa yang bertindak anarkis.

Polisi yang lain kemudian mendapatkan informasi terkait lokasi penganiayaan dan penyekapan itu. Polisi berpakaian preman itu dianiaya di sebuah bangunan di Jalan Sultan Agung.

"Anggota kita dianiaya kepalanya dengan menggunakan sekop kemudian menggunakan batu," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (12/10).(detik.com)