Ngaku Dikutuk, Wanita Ini Kembalikan Artefak yang Dicurinya dari Pompeii

Pompeii dan Gunung Vesuvius Foto: Getty Images Infomenia.net - Seorang turis wanita dari Kanada mengembalikan 5 artefak yang dicurinya dari ...

Pompeii dan Gunung Vesuvius Foto: Getty Images


Infomenia.net - Seorang turis wanita dari Kanada mengembalikan 5 artefak yang dicurinya dari situs arkeologi Pompeii tahun 2005 lalu. Dia mengaku kena kutukan sejak menyimpan barang itu bertahun-tahun.

Setelah membawa pulang artefak itu, kehidupan turis wanita itu berubah jadi tragedi. Menurutnya, banyak kesialan yang datang tiba-tiba ke dalam hidupnya. Dia menduga itu ada kaitannya karena sudah mencuri artefak bersejarah dari Pompeii.

Mengutip CNN, Selasa (13/10/2020) paket artefak tersebut dikembalikan lagi ke Pompeii, Italia lewat agen travel terdekat. Pengirim paket itu, sekaligus penulis surat, mengenalkan diri sebagai seorang wanita bernama Nicole. Dia berasal dari Kanada.

Artefak yang dicuri Nicole itu berupa 2 bagian Amphora atau vas keramik, 2 kepingan mozaik dan satu kepingan keramik.

"Saya ingin memiliki sepotong sejarah yang tidak bisa dibeli," tulis wanita itu dalam surat. Dia mengaku mengambil artefak itu saat dia masih 'muda dan bodoh'.

Sejak kembali ke Kanada, katanya, dia menderita dua kali serangan kanker payudara, sampai kedua payudaranya harus diangkat. Selain terkena kanker, keluarganya juga mengalami kesulitan keuangan.

"Kami tidak pernah bisa melanjutkan hidup," tulisnya, menyalahkan nasib buruk yang diterimanya gara-gara artefak Pompeii.

Nicole pun memohon ampun akan kesalahan yang pernah dia buat. Dia berharap dengan mengembalikan artefak terkutuk itu ke tempat asalnya di Pompeii, kesalahannya bisa diampuni.
Pompeii dan Gunung Vesuvius Foto: Getty Images




"Saya mengambil sepotong sejarah dalam waktu dengan begitu banyak energi negatif yang melekat padanya. Orang-orang meninggal dengan cara yang sangat mengerikan dan saya mengambil ubin yang berhubungan dengan kerusakan semacam itu," ujarnya.

Gunung Vesuvius yang berada di dekat Pompeii, meletus pada 79 Masehi, menghujani Pompeii dengan batu panas, abu vulkanik, dan gas berbahaya serta mengubur penduduknya.

Wanita itu menceritakan dia sudah memberikan ubin lain kepada seorang teman dan memberitahunya tentang keputusan untuk mengirim kembali artefaknya, tetapi dia dia tidak tahu apakah temannya akan mengembalikan artefaknya juga.

"Kami adalah orang baik dan saya tidak ingin meneruskan kutukan ini kepada keluarga saya, anak-anak saya atau diri saya sendiri lagi. Maafkan tindakan ceroboh saya yang saya lakukan bertahun-tahun yang lalu," tulisnya.

Akhir-akhir ini, memang ada tren turis nakal mengembalikan artefak yang dicuri dari Pompeii. Sekitar seratus pengunjung telah mengembalikan artefak kecil seperti ubin mosaik dan potongan plester yang mereka curi selama kunjungan ke Pompeii, menurut juru bicara taman tersebut.

Barang-barang itu dikirim kembali bersama dengan surat-surat dari para pengunjung yang rata-rata mengaku jadi sial gara-gara mengambil artefak itu, kata juru bicara itu kepada CNN.

Pilihan surat dan artefak yang dikembalikan telah dipajang di Pompeii Antiquarium, dan meskipun tidak memiliki nilai yang signifikan, surat-surat dari turis nakal itu menarik dari perspektif antropologis.

Pompeii adalah salah satu situs sejarah paling terkenal di dunia, dan para arkeolog terus mengerjakan peninggalannya. Pada bulan Februari, House of Lovers yang terkenal dibuka kembali untuk pertama kalinya setelah 40 tahun direstorasi.

Bangunan tersebut, salah satu situs Pompeii yang paling terkenal, ditutup untuk pengunjung pada tahun 1980 setelah mengalami kerusakan akibat gempa bumi, tetapi sekarang dibuka kembali sebagai bagian dari proyek Great Pompeii, yang diluncurkan pada tahun 2014 dengan tujuan melindungi kota kuno tersebut.(detik.com)