Jerinx Angkat Suara Soal Nyelonong Masuk Mobil Tahanan dan Bercumbu, Ternyata Atas Izin Jaksa

Infomenia.net -  Terdakwa kasus ujaran kebencian melalui postingan 'IDI Kacung WHO' I Gede Ari Astina atau Jerinx SID menegaskan sud...


Infomenia.net - 
Terdakwa kasus ujaran kebencian melalui postingan 'IDI Kacung WHO' I Gede Ari Astina atau Jerinx SID menegaskan sudah izin ke jaksa untuk mengajak istrinya, Nora Alexandra masuk mobil tahanan. Menurut Jerinx, jaksa mengizinkannya.

"Itu kronologinya itu saya yang mengajak istri saya masuk lalu istri saya minta izin kepada jaksa Eka dan jaksa Gustu dan mereka mengizinkan atas hati nurani," kata Jerinx di Polda Bali, Kamis (1/10/2020).

Jerinx menjelaskan pengambilan video merupakan keinginannya. Dia ingin video itu menjadi kenang-kenangan.

"Jadi mereka mengizinkan dan akhirnya untuk pengambilan video dan di dalam mobil tahanan itu memang keinginan saya agar kenang-kenangan kepada anak cucu kami ya," ujarnya.

Jerinx menjelaskan Nora menemaninya di mobil tahanan hanya 3 menit. Momen itu saat dia dibawa kembali ke rutan Polda Bali usai sidang online.

"Saya ingin berterima kasih sekaligus mengklarifikasi, saya ingin berterima kasish kepada Kejaksaan Bali yang sudah mengizinkan yang ketika sidang kemarin mengizinkan istri saya tersayang untuk menemani saya selama 3 menit, dicatat 3 menit di dalam mobil tahanan dari sini menuju ke rutan ya," tuturnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar menegur Jerinx 'SID' dan istrinya, Nora Alexandra, yang bercumbu di mobil tahanan. Pihak Kejari Denpasar mengaku mengizinkan Nora masuk mobil tahanan karena situasi massa aksi yang ramai.

"Ya jadi gini, kemarin kan situasinya genting karena kita ndak ketemu dengan kerumunan massa dia pegangan tangan Jerinx kita masukkan cepet artinya permasalahan cepet selesai biar cepet ke rutan dia nyelonong ikut masuk kan gitu artinya," kata Kasipidum Kejari Denpasar Eka Widanta saat dihubungi detikcom, Rabu (30/9/2020).


Eka menegaskan Nora diizinkan masuk ke mobil tahanan agar tidak terjadi kerumunan. Menurut Eka, peristiwa itu menjadi ramai karena di-posting di media sosial.

"Sebenarnya bukan masalah tapi posting-an itu jadi ramai padahal saya tujuannya biar tidak ada kerumunan massa, biar menyelamatkan semua biar selesai gitu loh, cepet sampai di rutan aja," kata Eka.(detik.com)