4 Fakta Sadis Pembunuh Bocah yang Tolong Ibunya Diperkosa

Infomenia.net -  Polisi menangkap SBH, 46 tahun, pelaku pemerkosaan seorang ibu muda dan pembunuh bocah berusia 9 tahun. Peristiwa tersebut ...




Infomenia.net - 
Polisi menangkap SBH, 46 tahun, pelaku pemerkosaan seorang ibu muda dan pembunuh bocah berusia 9 tahun. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 10 Oktober 2020 dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, Iptu Arief Sukmo Wibowo mengatakan, pelaku memperkosa DN, 28 tahun, dan membunuh anaknya, R, 9 tahun saat berupaya membantu sang ibu yang hendak diperkosa.

"Pelaku secara membabi buta membunuh bocah tersebut agar bisa memperkosa sang ibu," kata Arief saat konfrensi pers di Mapolres Langsa, Selasa, 13 Oktober 2020.

Berikut sejumlah fakta yang berhasil dihimpun Tagar terkait insiden berdarah yang terjadi di 'Tanah Rencong' tersebut.

1. Congkel Rumah
Ketertarikan SB terhadap DN sudah tak terbendung. Dirinya nekat mencongkel kunci kayu pintu rumah korban dengan menggunakan parang.

Korban DN spontan langsung membangunkan anaknya agar dapat lari untuk menyelamatkan diri.

"Saat berhasil dibuka, pelaku melihat korban dan anaknya sedang tertidur. Pelaku kemudian meraba-raba tubuh korban hingga DN terbangun dan melihat pelaku sudah dalam keadaan tanpa busana sambil memegang senjata tajam," katanya.

2. Bacok Bocah dan Seret Ibu Muda
Pelaku SB nekat membacok anak di bawah umur setelah R berupaya menolong sang ibu yang hendak dirudapaksa dengan cara berteriak.

Menghindari perhatian warga dan amukan massa atas ulah bejatnya itu, SB nekad membacok R secara membabi-buta berkali-kali di hampir seluruh bagian tubuhnya hingga bocah itu meninggal dunia.

"Usai membunuh R, pelaku kemudian menyeret DN ke luar rumah dan mencoba memperkosa korban. Karena korban menolak, pelaku melakukan tindakan kekerasan dengan membenturkan kepala korban ke beton jalan yang berjarak 50 meter dari rumah korban dan memperkosanya," katanya.

Arief mengatakan, setelah korban kembali tersadar, pelaku kemudian melampiaskan hasrat seksualnya untuk yang kedua kalinya ke perkebunan sawit yang berjarak 10 meter dari jalan oleh pelaku tanpa menggunakan celana dan hanya menggunakan piyama.

"Pelaku sempat mengatakan bahwa DN harus ikut dia dan jasad anaknya dibuang, namun DN meminta agar bapak sang anak saja yang menguburkannya. Korban pada saat itu dalam keadaan lemas dan tangan yang masih diikat menggunakan kain," kata Arief.

3. Azan Subuh
Korban DN dilaporkan berhasil menyelamatkan diri dari sekapan SBH yang sudah kalap mata di saat pelaku hendak menguburkan jasad R di dekat sungai jelang subuh.

"Melihat pelaku melakukan aktivitas itu, dengan tangan yang masih terikat, korban berupa melarikan diri tepat pada azan subuh untuk meminta pertolongan," katanya.

4. Tembakan Polisi
Polisi terpaksa menembak kaki SBH karena berupaya menyerang polisi menggunakan senjata tajam jenis samurai.

Warga Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Aceh itu ditangkap polisi pada Minggu, 11 Oktober 2020. Informasinya, dia melakukan pembunuhan terhadap seorang bocah berinisial R, 9 tahun, karena berupaya melindungi ibunya saat diperkosa oleh pelaku.

"Dia merupakan pelaku pemerkosa seorang perempuan berinisial DA, 28 tahun. Tak hanya memperkosa, dia juga membunuh anak korban yang berupaya menolong ibunya saat diperkosa," kata Iptu Arief Sukmo Wibowo.

Arief mengatakan, penangkapan pelaku cukup dramatis dan tidak mudah. Beberapa kali dia berupaya melarikan diri dan berupaya menyerang polisi menggunakan samurai yang ia bawa. Bahkan masyarakat setempat di Tempat Kejadian Perkara (TKP) penangkapan harus ikut turun tangan membantu polisi menangkap SBH.

Baca juga: Pemerkosa Ibu Muda di Aceh Lawan Polisi Pakai Samurai

"Pelaku terpaksa kami tembak di kakinya saat kami melakukan pengembangan terhadap pencarian jenazah bocah malang itu, dia kami tembak di kakinya," kata Arief.

Saat ini, pelaku sudah ditahan oleh polisi di Polres Aceh Timur. Ia diduga kuat sebagai otak pelaku pemerkosaan dan pembunuhan yang terjadi di salah satu desa di Kabupaten Aceh Timur. [tagar.id]