Komnas PA Minta DPR Dukung Aturan Pidana Kata 'Anjay'. Ini Sebabnya

Infomenia.net -  Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) meminta DPR RI mendukung setop penggunaan kata 'anjay' sebagai bahasa...


Infomenia.net - 
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) meminta DPR RI mendukung setop penggunaan kata 'anjay' sebagai bahasa pergaulan. Komnas PA berkukuh penggunaan kata 'anjay' merugikan pihak lain sekaligus berpotensi pidana.
"Kalau kata 'anjay' yang berkembang di tengah-tengah kehidupan masyarakat, suka atau tidak suka bahwa kalau itu memenuhi unsur itu dapat dipidana. DPR-nya harus dukung itu gitu lho," kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait melalui sambungan telepon dengan CNN Indonesia TV, Senin (31/8).

Arist menilai, DPR sebagai badan perancang Undang-Undang (UU) seharusnya mendukung gagasan Komnas PA. Segala aturan yang mengatur pidana atas tindak pelecehan terhadap martabat orang lain, kata dia, sudah termaktub dan diatur dalam UU.

Arist menyebut penggunaan kata 'anjay' yang berhak diproses pidana adalah penggunaan 'anjay' yang disampaikan dengan niat olok-olok atau digunakan sebagai bahan perundungan terhadap anak. Hal tersebut dia anggap sebuah tindakan yang dapat dibawa ke jalur hukum.

Lihat juga: Kata 'Anjay' Jadi Polemik, DPR Kritisi Tafsiran Komnas PA
Arist pun mempertanyakan komentar yang sempat dilontarkan Anggota Komisi III DPR Arsul Sani hingga Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Kedua anggota DPR itu meminta Arist untuk mengkaji terlebih dahulu usulannya, serta tidak membesarkan penggunaan istilah kata 'anjay'.

"Ini agak aneh, gagal paham ini DPR. Kalau begitu artinya apa? mereka membiarkan terjadinya peningkatan kekerasan, walaupun ini menggunakan 'anjay'," kata Arist.

Arist menganggap wajar usulannya terkait larangan kata 'anjay', apalagi saat ini kata 'anjay' di tengah masyarakat kebanyakan berkonotasi negatif.  

Kendati demikian, pihaknya juga tidak mempermasalahkan jika 'anjay' diucapkan sebagai kata ganti ucapan ekspresi kekaguman. Arist bilang, hal tersebut merupakan hak ekspresi masyarakat.

"Kan kalau itu mengatakan itu [Komnas PA] tidak berhak, ya DPR gagal menjalankan itu. Karena kita ini justru membantu DPR sebagai pencipta UU, untuk diimplementasikan," pungkasnya.  

Lihat juga: DPR Sebut Pemidanaan 'Anjay' Berpotensi Over Kriminalisasi
Sebelumnya melalui keterangan tertulis pada Sabtu (29/8) lalu, Arist sempat menyampaikan permintaan agar penggunaan kata 'anjay' sebagai bahasa pergaulan segera dihentikan. Menurutnya, kata tersebut dinilai berpotensi pidana.

"Ini [kata 'anjay'] adalah salah satu bentuk kekerasan atau bullying yang dapat dipidana. Lebih baik jangan menggunakan kata 'anjay'. Ayo, kita hentikan sekarang juga," ujar Arist.

Pernyataannya itu pun membuat publik sempat geger. Di media sosial Twitter tagar #AnjayKPAI pun banyak dicuit oleh orang-orang. Warganet menilai, pihak yang mengusulkan wacana itu berlebihan. Namun tudingan via tagar tersebut tampaknya salah sasaran karena membawa-bawa nama KPAI buka, Komnas PA.

Merespons hal itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meluruskan bahwa mereka berbeda dengan Komisi Perlindungan Anak (Komnas PA). Karena itu KPAI meminta usulan pemidanaan kata 'anjay' tidak disangkut pautkan dengan pihaknya karena tidak pernah mengusulkan wacana tersebut.

"Netizen belum memahami perbedaan KPAI dan Komnas PA. Perlu ditegaskan, pernyataan viral itu dibuat Komnas PA bukan KPAI," cuit akun @KPAI_official, Senin (31/8).

Dalam penjelasannya, KPAI menyebut pihaknya merupakan lembaga negara yang didirikan atas dasar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. KPAI bukan LSM ataupun lembaga non pemerintah seperti Komnas PA.(Cnnindonesia.com)