Kisah Laely, Pelaku Mutilasi, Anak Pintar yang Masuk PTN dari Jalur Bidik Misi

Infomenia.net -   Laeli Atik Supriyatin (27), telah 6 tahun meninggalkan kampung halamannya di Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jateng. Anak petan...


Infomenia.net - 
 Laeli Atik Supriyatin (27), telah 6 tahun meninggalkan kampung halamannya di Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jateng. Anak petani sederhana ini tinggal di Jakarta sejak 2014 karena mendapat undangan masuk Fak MIPA Universitas Indonesia dari jalur bidik misi.
Laeli adalah anak keempat dari tujuh bersudara. Orang tuanya tinggal di Desa Kesuben, Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ayah Laeli seorang petani, sedangkan ibunya bekerja sebagai penjahit.

"Laeli Atik Supriyatin itu anak saya, dia anak ke empat dari tujuh bersaudara. Dia ke Jakarta karena diterima masuk Universitas Indonesia 2014. Laeli mengambil (jurusan) Geografi melalui bidik misi," kata Ibunda Laeli, Masliha (58) saat ditemui di rumahnya, Jumat (18/9/2020).


Setelah lulus kuliah, Atik masih sempat mengabarkan sudah bekerja. Kabar berikutnya adalah memberitahu bahwa sudah menikah siri dengan Djumadil Al Fajri, lelaki yang juga menjadi partnernya dalam melakukan mutilasi.


Namun Masliha mengatakan, kehilangan kontak dengan Laeli sejak 1,5 tahun terakhir. Sudah dua kali lebaran, Laeli tidak pulang. Nomor HP yang ditinggalkan ke keluarga, juga sudah tidak aktif. Selama itu, keluarga terus selalu mencari keberadaan Laeli.

Setelah lepas kontak selama 1,5 tahun, keluarga bisa menemukan lagi Laeli namun juga harus menerima kenyataan pahit. Laeli diketemukan setelah ditangkap polisi terkait kasus mutilasi.


Keluarga mengetahui keterlibatan Laeli dalam pembunuhan sadis ini dari media massa. Sejak ditangkap, keluarga di Tegal belum pernah mendapat pemberitahuan resmi dari polisi soal masalah tersebut.

"Saya sama suami lihat berita itu, lemes gak karuan. Maklum dua lebaran tidak pulang tahu tahu ada kabar seperti ini. Rasanya tidak percaya," tuturnya sambil menangis.(detik.com)