Kisah Arfian Fuadi, Milenial Lulusan SMK asal Salatiga yang Dirikan Startup Kelas Dunia

Infomenia.net -  Mungkin kamu masih agak asing sama nama Arfian Fuadi. Namun, prestasi dari milenial lulusan SMK ini ternyata sudah mendunia...


Infomenia.net - 
Mungkin kamu masih agak asing sama nama Arfian Fuadi. Namun, prestasi dari milenial lulusan SMK ini ternyata sudah mendunia, lho. 

Yap, Arfian adalah seorang founder startup asal Salatiga, Jawa Tengah, bernama DTECH Engineering yang didirikan pada 2009. Dilansir Antara, ia dan timnya telah mengerjakan desain untuk ratusan proyek dari perusahaan kelas dunia.  
Sebut saja untuk desain ultra light aircraft, jembatan, chasis mobil, jet engine bracket design, dan jet engine inspection design.

Dalam sesi tanya jawab di kanal YouTube DTECH Engineering, Arfian juga mengklaim timnya telah mengembangkan 3D printer sejak 2011, saat baru ramai di Indonesia pada 2019. 

"Kami dulu desainin itu untuk orang Amerika. Itu laku banyak banget. Sekarang kami bikin lanjutannya, namanya additive manufacturing. 3D printer yang di pasaran sekarang, 'kan, additive prototyping. Ibarat mengaji, udah khatam istilahnya," ujar dia.

Perjuangan sebelum dirikan startup 

Namun, sebelum perusahaannya merancang inovasi teknologi untuk pasar global, Arfian jatuh bangun berjuang untuk mewujudkan mimpinya. (kumparan.com)
View this post on Instagram

AgriCopter preliminary design #dtech_skylab

A post shared by Arfi'an Fuadi (@arfianfuadi) on

 

Bersama adiknya, Arie Kurniawan yang juga lulusan SMK, mereka berdua membeli komputer dari uang pinjaman dan belajar merancang secara online. 

Dengan tekad tinggi, mereka ikut berbagai lomba di dunia. Salah satunya adalah lomba yang diadakan General Electric Aviation untuk membuat bracket yang menempelkan mesin pesawat ke sayap.

Menurut unggahan Instagram CEO GE Indonesia, Handry Satriago, dari ratusan peserta yang terdiri dari profesor, doktor, dan inventor dunia, Arfian dan adiknya yang mengenyam pendidikan SMK dan enggak pernah kuliah justru menjadi pemenangnya. 

Sejak itu, pesanan desain ramai datang dari perusahaan besar kelas dunia. Uang yang mereka dapatkan dipakai untuk membeli peralatan, membangun bengkel, sampai mendidik anak-anak lepas sekolah yang mau belajar. Inspiratif banget, ya, gaes!


View this post on Instagram

Kalau ingin bicara mengenai bagaimana meramu kearifan lokal agar menjadikanmu pemain global, bicaralah dengan anak muda di sebelah saya ini. Namanya @arfianfuadi founder/co-founder dari @dtech.engineering , sebuah startup di Salatiga yang (saat ini) memproduksi dan menjual mesin CNC yg mereka desain dan rakit sendiri. Awal mulanya adalah Arfian dan adiknya Arie Kurniawan yg keduanya “hanya” lulusan SMK dari Salatiga....tapi punya semangat membaja untuk belajar...mereka membeli komputer dari uang pinjaman dan belajar mendesain secara online...lalu tanpa malu2 ikut berbagai lomba di dunia. Salah satunya lomba yg diadakan GE Aviation untuk membuat “bracket” yg menempelkan mesin pesawat ke sayap pesawat. Dari ratusan peserta, para professor, doktor, dan inventor seantero dunia, pemenangnya adalah dua anak yg bahkan tidak pernah kuliah ini!! Sejak saat itu orderan desain mereka berdatangan dari berbagai negara dan perusahaan besar dunia. Uang yg mereka dapatkan dipakai untuk membeli peralatan guna membangun bengkel dan juga mendidik anak-anak lepas sekolah yang mau belajar. Kisah mereka banyak dimuat di berbagai media..silakan google. Namun Arfian yg saya kenal sekarang tetaplah Arfian yg saya kenal pertama kali dulu. Tak malu berbahasa Inggris (I speak English with Salatigan accent! katanya selalu), “passionate” mau belajar dan mengajar, serta sangat rendah hati! Semoga Allah terus memberkati kalian! dan D-Tech jadi perusahaan yg terus mengglobal! PS: Foto ini diambil tepat sehari sebelum saya mulai kerja dari rumah dan pandemi menerjang Indonesia tanggal 15 Maret 2020.

A post shared by Handry Satriago (@handrysatriago) on