Jadi Tersangka Pencucian Uang, Apa Saja Harta Jaksa Pinangki?

Infomenia.net -  Jaksa Pinangki Sirna Malasari telah ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang. Ia diduga menyamarkan penerimaan suap dari...


Infomenia.net - 
Jaksa Pinangki Sirna Malasari telah ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang. Ia diduga menyamarkan penerimaan suap dari Djoko Tjandra menjadi barang atau aset lain.

Dugaan suap yang diterima Pinangki senilai USD 500 ribu atau sekitar Rp 7,3 miliar. Uang tersebut untuk mengurus fatwa ke Mahkamah Agung agar Djoko Tjandra tak dieksekusi ke penjara dalam perkara cessie Bank Bali.

Salah satu dugaan aset yang merupakan hasil pencucian uang Pinangki ialah mobil BMW X5. Mobil tersebut kini telah disita penyidik.

Direktur Penyidikan pada JAMPidsus Kejagung, Febrie Ardiansyah, mengatakan penyidik terus menelusuri dugaan aset-aset lain milik Pinangki yang diduga hasil pencucian uang.

"Ini akan terus dikembangkan sampai ada percepatan pemberkasan," ujar Febrie kepada wartawan.

Pengembangan tersebut dilakukan dengan menggeledah 5 lokasi, 2 di antaranya apartemen di kawasan Jakarta Selatan.

Dua apartemen yang digeledah yakni Essence Darmawangsa dan The Pakubuwono Signature.

Febrie menyatakan, setelah digeledah dan memeriksa pengelola, 2 apartemen tersebut rupanya tak dimiliki Pinangki. Febrie menyebut Pinangki hanya menyewa 2 apartemen itu.

"Semuanya (apartemen yang digeledah) sewa," ujar Febrie.

Diduga menerima suap sekitar Rp 7 miliar dan kini dijerat pencucian uang, lalu berapa harta kekayaan Pinangki?

Sebagai penyelenggara negara, Jaksa Pinangki wajib menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK.

Ia terakhir lapor pada 31 Maret 2019 dalam jabatan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II J.A.M Kejaksaan Agung. Total harta yang dilaporkan sebesar Rp 6.838.500.000. Dalam laporan LHKPN tersebut, tak ada mobil BMW X5.

Pinangki hanya melaporkan mobil Nissan Teana 2010, Toyota Alphard 2014, dan Daihatsu Xenia dengan total Rp 630 juta sebagai aset kendaraannya.

Selain itu, harta Pinangki juga berbentuk kas dan setara kas senilai Rp 200 juta.

Adapun harta kekayaan Pinangki yang terbesar yakni berupa tanah dan bangunan. Ia memiliki aset berupa tanah dan bangunan di 3 lokasi yakni Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Jakarta Barat. Totalnya senilai Rp 6.008.500.000.(kumparan.com)