Duh, Gatot Nurmantyo Cocoklogi Pergantian Panglima TNI dan Perintah Nonton G30S/PKI

Infomenia.net -  Eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo berbicara soal perintah menonton film G30S/PKI beberapa waktu silam. Perin...


Infomenia.net - 
Eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo berbicara soal perintah menonton film G30S/PKI beberapa waktu silam. Perintah ini dikaitkan Gatot dengan cerita pergantiannya dari jabatan Panglima TNI.

Dalam sebuah channel YouTube seperti dikutip Rabu (23/9/2020), Gatot Nurmantyo mulanya menyinggung berita pada 2017 soal generasi muda tidak percaya adanya PKI. Gatot lantas mengaku memberi kuliah umum di 59 universitas.

"Dengan data-data yang ada pertama kali pada tanggal 10 Maret saya masih jabatan Pangkostrad, saya beranikan untuk memberikan kuliah umum tentang proxy war di UI. Dan sampai dengan saya Panglima TNI, sudah 59 universitas saya melaksanakan kuliah umum," kata Gatot.


Gatot mengaku saat itu bertanya kepada para mahasiswa S1, S2, dan S3 UI soal latar belakang akan terjadi krisis pangan energi dan air. Gatot menyebutkan bahwa dia ketika itu memberikan perumpamaan bahwa para audiens atau mahasiswa tersebut adalah presiden negara lain di luar ekuator, bukan presiden NKRI.

"Yang menurut para ahlinya menyampaikan kepada presiden bahwa 25 tahun lagi akan terjadi krisis pangan air dan energi di negaranya masing-masing. Dan melihat Indonesia yang wilayahnya 1/8 garis ekuator dunia, karena kita mengalami 3 waktu, dan semua energi sumber daya ada semuanya, apa yang akan dilakukan seorang presiden kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia?" sebut Gatot.


Gatot Nurmantyo mengaku mendapat banyak jawaban menarik, namun satu yang benar-benar menarik perhatiannya. Jawaban itu yakni membeli undang-undang dan memasukkan 1 pasal yang bisa memberi keuntungan.

"Bagaimana undang-undang kok dibeli? Komentar mereka, 'Bapak Pangkostrad, masa Bapak tidak tahu, kan semua bisa dibeli. Kita tidak harus membeli semua anggota DPR, cukup di komisi saja sama sebagian yang (suara tidak jelas) pemerintah," ucap Gatot.

"Kemudian selanjutnya kami akan merekrut orang-orang saya beri beasiswa, bukan hanya untuk kuliah di negara lain, kemudian kami juga merekrut orang-orang yang bisa kita kendalikan di Indonesia untuk kita jadikan boneka di hampir semua strata pimpinan dan staf," jelas Gatot.


Gatot juga berbicara soal upaya memecah ABRI dan mengerdilkan lembaga itu, menjadikan Indonesia seperti pasar dan dengan undang-undang yang dibeli itu, negara lain bisa mengeruk sumber daya alam dari Indonesia. Kata Gatot, negara lain yang mengincar Indonesia itu juga akan memecahkan konsentrasi dengan membentuk gerakan separatisme di daerah-daerah serta merusak generasi muda dengan narkoba.

Setelahnya Gatot bicara soal arahannya untuk menonton film G30S/PKI untuk memberi peringatan ketika dia menjabat Panglima TNI. Gatot lalu mengaitkan arahan ini dengan pergantian Panglima TNI.


"Pada saat saya menjadi panglima TNI saya melihat itu semuanya, maka saya perintahkan jajaran saya untuk menonton film G30S/PKI. Pada saat itu, saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja partai PDI, menyampaikan, 'Pak Gatot, hentikan itu, kalau tidak pasti Pak Gatot akan diganti'," kata Gatot.

"Saya bilang terima kasih, tapi di situ saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan memang benar-benar saya diganti," sebut Gatot.

Untuk diketahui, sertijab Panglima TNI dari Gatot Nurmantyo ke Marsekal Hadi Tjahjanto berlangsung pada Desember 2017. Gatot Nurmantyo saat itu baru akan memasuki masa pensiun per 1 April 2018. (detik.com)