Viral Pesan WhatsApp Romantis ASN Dokter Gigi dengan Laki-Laki Diduga Sekda Bondowoso. Ini Klarifikasinya

Infomenia.net -  Warga Bondowoso dihebohkan dengan foto tangkapan layar percakapan lewat WhatsApp antara seorang perempuan bersama seorang p...


Infomenia.net - 
Warga Bondowoso dihebohkan dengan foto tangkapan layar percakapan lewat WhatsApp antara seorang perempuan bersama seorang pejabat diduga Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso Syaifullah, yang viral di media sosial. Screenshot tersebut viral karena berisi kata-kata romantis sang pejabat dan perempuan yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) dokter gigi.

Screenshot percakapan romantis ini tersebar luas di grup WhatsApp dan beberapa jejaring media sosial. Dalam keterangan screenshot, percakapan terjadi sejak beberapa bulan silam, tepatnya sekitar bulan Februari 2020.

Sekda Bondowoso Syaifullah yang dikonfirmasi tentang beredarnya screenshot percakapan pribadi tersebut tidak secara tegas membantah atau mengiyakan. Dia hanya mengatakan, perempuan  berinisial H itu bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dokter gigi. Saat itu H sedang menghadapi masalah perceraian dan Syaifullah hanya membantu mempercepat prosesnya.

“Kalau yang percakapan mungkin ya, karena semua orang kan melakukan itu. Tetapi kalau yang sampai kotor-kotor, kalau saya nggak ya. Kalau chatting itu kan saya bilang, WA itu kan dia mengeluh dengan putranya yang seperti ini,” kata Syaifullah, Kamis (27/8/2020).


Syaifullah membantah ada isi percakapan antara dirinya dan perempuan itu yang tidak senonoh. Dia bahkan bersumpah tidak melakukan hal-hal tidak senonoh dengan perempuan tersebut.

“Dengan proses perceraian yang cepat itu, dia akan kawin, dan sekarang sudah menemukan dia. Nah itu yang saya lakukan, saya bantu mereka itu. Kamu lakukan ini. Tidak ada saya mendampingi sampai ke pengadilan,” katanya.

Sekda mengatakan, bukan hanya perempuan itu yang dia bantu, tapi juga ASN lain yang membutuhkan bantuan terkait proses perceraian dan pernikahan. Sebab, itu terkait dengan perizinan juga.

“Semua ASN saya perlakukan sama. Banyak teman-teman, bukan hanya dia, wanita-wanita lain banyak , karena itu begini, ketika mereka melakukan perkawinan, belum ada izin dari bupati, kena dia pelanggaran,” kata Syaifullah.

Sementara Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat yang dikonfirmasi di rumah dinasnya mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara detail perihal percakapan yang viral tersebut. Namun jika terbukti dan berkaitan dengan kode etik, maka Inspektorat Provinsi akan melakukan pemeriksaan.

“Saya sampai saat ini belum tahu secara detail sehingga saya enggak berani menyimpulkan. Kalau berkaitan dengan kode etik, nantinya akan kita lakukan pemeriksaan sekaligus akan menyampaikan kepada Inspektorat Provinsi karena yang berwenang memeriksa mereka,” kata Irwan Bachtiar Rahmat.(kompas.com)