Tega Aniaya Anak Kandung, Sayat Tangan Ini Jadi Tanda Cinta Mati Sama Anto

borneo24.ocm Infomenia.net -  Kasus penganiayaan anak dibawah umur yang kian marak dibincangkan tak luput dari drama percintaan antar kedua ...

borneo24.ocm


Infomenia.net -  Kasus penganiayaan anak dibawah umur yang kian marak dibincangkan tak luput dari drama percintaan antar kedua tersangka.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kedua tersangka, Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin menyampaikan bahwa ibu kandung dari korban penganiayaan anak dibawah umur tersebut memang kuat dalam mempertahankan hubungan dengan kekasihnya hingga mengancam ingin bunuh diri.

“Ada 8 sayatan di tangan kirinya ini sebagai bentuk ancaman Yati supaya tidak ditinggalkan oleh kekasihnya si Anto,” ucap Kapolres AKBP Abdoel Harris Jakin, Selasa (25/8/2020).

Hal ini juga disebutkan Abdoel Harris Jakin bahwa kerap terjadi ketika keduanya sedang terjadi perkelahian.



“Setiap kali kalau bertengkar dia mengancam bunuh diri,” katanya.



Sering Pesta Sabu Bersama Kekasihnya

YT seorang ibu kandung dan kekasihnya AT pelaku penyiksaan anak di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah ternyata adalah pemuja sabu-sabu. Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan jajaran Polres Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

"Ya kedua pasangan kumpul kebo YT dan kekasihnya AT ternyata sering menggelar pesta sabu ini. Hal ini dilakukan dengan dalih untuk menenangkan diri," kata Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin, Rabu (26/8/2020).

Menurut Kapolres, dari pengakuan tersangka YT dirinya saat hendak kabur ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan lebih dulu mengkonsumsi sabu. Sehingga saat ditangkap di Kota Palangkaraya hingga tiba di Sampit masih di bawah pengaruh narkoba. (Baca:Ini Motif Penyiksaan Anak di Sampit Oleh Ibu Kandung dan Kekasihnya)

"Akibat kedua pelaku sering mengonsumsi barang haram tersebut membuat mereka tidak terkontrol bahkan tanpa ada rasa kasihan keduanya menganiaya anak malang tersebut dengan keji," timpal Kapolres.

Selain fokus terhadap penyidikan kasus penganiayaan, Polres Kotawaringin Timur, kata Kapolres, juga fokus terhadap kesembuhan kesehatan dan trauma psikologis anak perempuan yang masih berusia lima tahun tersebut pasca dianiaya oleh ibu kandung sendiri dan kekasih ibunya. (Baca juga: Derita Lela Bocah yang Disiksa Ibu Kandung dan Ayah Tiri)

"Penanganan penyembuhan korban terutama tangan kirinya yang patah dan juga psikis bocah malang tersebut juga jadi prioritas kita pungkas," AKBP Abdoel Harris Jakin.(Sindonewscom)