SBY: Pandai-pandailah Mengalokasikan APBN, Apalagi Tambah Utang

Infomenia.net -   Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan belum diketahui kapan pandemi Corona akan berakhir. SBY berhara...

Infomenia.net - 
 Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan belum diketahui kapan pandemi Corona akan berakhir. SBY berharap agar pemerintah mengalokasikan anggaran dengan tepat untuk menghadapi krisis akibat pandemi ini.

"Kalau ditanya kapan kira-kira pandemi COVID-19 ini berakhir mungkin hanya Allah yang tau, hanya Tuhan yang tahu persis kapan. Maksud saya, memang saat ini belum ada tanda-tanda akan berakhir. Mungkin ada yang mengatakan dua tahun akan selesai. Barangkali itu belajar dari pengalaman Spanish flu," kata SBY dalam acara Peringatan HUT ke-3 The Yudhoyono Institute (TYI), di Puri Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (10/8/2020).


SBY juga bercerita kegiatan yang dia lakukan saat pendemi Corona. Dia mengatakan dirinya mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah saja.


"Sehingga kita memang belum tau. Memang saya amati bulan Mei kemudian bulan Juli. Jadi saya dikarantina ini tidak kemana-mana sesuai dengan anjuran pemerintah, sesuai dengan permintaan Presiden Jokowi, saya bisa menonton tv siang dan malam. Berjam-jam lebih banyak dibanding saya jadi presiden dulu," katanya.

SBY kemudian menyinggung masalah sumber daya dan ekonomi di tengah pandemi Corona. Dia menyatakan tidak ada negara manapun yang memiliki sumber daya yang melimpah ruah. Sehingga SBY berharap pemerintah mengalokasikan anggaran dengan tepat saat pandemi ini.

"Negara manapun tidak punya sumber daya melimpah ruah. Termasuk sumber daya finansial. Dan ekonomi kita tidak seperti ekonomi Amerika, ekonomi Jerman, ekonomi Perancis, ekonomi Inggris, ekonomi Jepang, ekonomi Tiongkok, belum," kata dia.

"Oleh karena itu pandai-pandai lah mengalokasikan kita punya uang, budget kita, APBN kita. Apalagi kita tambah utang, budget nggak ada, nggak cukup, utang masuk, nah ini harus pas betul, jangan kemana-mana, harus disiplin kita ini," katanya.

SBY mengatakan alokasi anggaran saat pandemi untuk menghentikan krisis. Serta difokuskan kepada anggaran untuk kesehatan.

"Mustinya alokasinya untuk stop krisis. Dialirkan ke dunia kesehatan, APD-nya, kemudian pelayanan kesehatannya, semua, seluruh tanah air, agar semakin sedikit, semakin sedikit semakin sedikit maka akhirnya nol nantinya, insya Allah, itu anggaran yang pertama," lanjutnya.


Dia menambahkan ada banyak pengangguran saat pandemi virus Corona ini. Presiden ke-6 RI ini menyebut, pemerintah bisa melakukan bantuan sosial (bansos) dan bantuan langsung tunai (BLT) ke masyarakat.

"Yang ketiga, memang ekonomi harus dibangkitkan. Tiongkok sekarang contoh, UMKM dibantu. Kemudian semua yang sudah mati suri dibantu. Yang kira-kira akan PHK besar-besaran dikasih insentif, supaya tidak PHK. Jadi banyak program yang bisa dilakukan agar terjadi kebangkitan ekonomi, terjadi stabilisasi ekonomi," jelas dia.


SBY menambahkan APBN akan lebih efektif bila dialokasikan untuk mengatasi wabah COVID-19.

"Nanti setelah ekonomi kita bergeliat kembali, bangkit kembali, baru dialokasikan kembali yang lain-lain. Jadi tetap disiplin, kita punya pengalaman di waktu yang lalu. Pemerintah tidak disiplin, terjadi krisis ekonomi. Negara lain juga begitu," tandas SBY.(detik.com)