RSIA Permata Hati Mataram Bantah Minta Rapid Tes Pada Ibu Hamil yang Bayinya Meninggal. Ini Faktanya

Infomenia.net -  Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Permata Hati Mataram membantah keras kalau pihaknya meminta dilakukan Rapid Tes terhadap ib...


Infomenia.net - 
Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Permata Hati Mataram membantah keras kalau pihaknya meminta dilakukan Rapid Tes terhadap ibu hamil Gusti Ayu Arianti yang harus menghadapi kenyataan pahit bayinya meninggal dunia.

Arief Rahman, MARS Wakil Direktur Medik RSIA Permata Hati mengklarifikasi pernyataan pihak keluarga Gusti Ayu yang mengatakan kalau anak mereka diharuskan menjalani rapid tes lagi, kendati hasil rapid tes sudah diperoleh dari Puskesmas Pagesangan.

"Pasien atas nama Ny.G.A.A (23 tahun, Pajang Barat – Pagesangan) datang ke IGD RSIA Permata Hati tanggal 18 Agustus 2020 jam 10.50, pasien diantar suami dan keluarga dalam keadaan sadar, pasien segera diperiksa oleh Tim IGD (Dokter Jaga, Bidan dan Perawat)," kata Arief Rahman dalam pernyataan resminya yang dikirim pada Indozone.id, Senin (24/8/2020).

Menurut Arief pasien membawa hasil tes rapid sendiri ke IGD RSIA Permata Hati, hasil didapat dari Puskesmas Pagesangan.

"Tidak ada kalimat dan pernyataan dari tim dokter, hingga perawat IGD yang meminta dilakukan rapid tes ulang ataupun kalimat yang mempertanyakan hasil rapid yang sudah dibawa pasien/keluarga," jelasnya.

Namun sebelum dilakukan persalinan, Arief membenarkan kalau pasien dilakukan pemeriksaan darah bukan melakukan rapid tes lagi.

"Namun hal ini dilakukan untuk mengecek darah lengkap, bleeding time, clotthing, hbsag, golongan darah, dan rhesus pasien bukan rapid tes ulang, sebagai langkah persiapan operasi dan transfusi darah," kata Arief. 

Pihak rumah sakit pun memaparkan kronologi pasien saat masuk ke RSIA Permata Hati yang sama sekali tidak ada data pemeriksaan rapid tes. 

Pada bagian bill jelas tertera ibu masuk terdata pukul 11.10 Wita, rincian pantauan CCTV menunjukkan data:


- Pasien masuk IGD dan ditangani 10.50, suami terlihat masuk ke bagian bed istri pada 10.55, artinya kami mendahulukan Tindakan medis.

- Keluarga pasien mengurus administrasi dan terdata di sistem pukul 11.10 (perhatikan waktu pada billing pasien)

- Pasien dipindahkan 11.36 menuju ruang operasi.

Operasi dilakukan karena kondisi ibu dan janin tidak baik, sehingga perlu dilakukan langkah penyelamatan segera (operasi cito) untuk menyelamatkan ibu dan bayi. 

Sementara itu Arief menyebutkan kalau operasi dilakukan pada pukul 12.00 Wita dan pada pukul 12.55 pasien selesai operasi dan dipindahkan ke ruang pemulihan.

"Penanganan pasien sudah sigap dilakukan oleh tenaga medis dan paramedis RSIA Permata Hati," kata Arief lagi.

Bayi Arianti meninggal

Sebelumnya diberitakan kisah memilukan kembali harus dialami I Gusti Ayu Arianti seorang ibu muda yang harus kehilangan bayinya karena aturan wajib rapid test sementara butuh tindakan cepat petugas medis di Mataram.

Akibatnya Gusti Ayu Arianti harus kehilangan bayinya yang tidak bisa diambil tindakan cepat gara-gara perdebatan surat rapid test.

Ibu muda ini pun tak kuasa menahan tangis karena bayinya meninggal dunia akibat kehabisan air ketuban.

Cerita ini diutarakan Ketut Mahajaya, ayah I Gusti Ayu Arianti menceritakan anaknya datang pada pagi, Selasa, 18 Agustus 2020 di RSAD Wira Bhakti Mataram.

Gusti Ayu datang dalam kondisi ingin melahirkan di RSAD yang tidak memiliki fasilitas rapd test.(Indozone.id)