Ngeri! Rekonstruksi Klinik Aborsi di Raden Saleh, 17 Tersangka Perankan 41 Adegan

Infomenia.net -  Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan 41 adegan dalam rekonstruksi klinik aborsi di kaw...


Infomenia.net - 
Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan 41 adegan dalam rekonstruksi klinik aborsi di kawasan Raden Saleh 1, Jakarta Pusat. Rekonstruksi yang melibatkan 17 tersangka itu berlangsung pada Rabu siang, 19 Agustus 2020.

"Dari 17 tersangka, dibagi beberapa kelompok dan peran, yakni 3 dokter, 1 pengelola, bidan dan perawat, dan pendukung lainnya seperti resepsionis, OB, juru parkir, dan juru jemput," ujar Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak di lokasi rekonstruksi siang ini.

Mengenai 41 adegan rekonstruksi itu, Calvijn mengatakan akan terbagi mulai dari proses penyiapan, pendaftaran, dan tindakan aborsi. Lalu para pelaku akan diminta menundukkan cara pembuangan janin aborsi, seperti salah satunya dengan cara dibakar.

Sebelumnya, polisi membongkar praktik aborsi di Klinik dr. SWS, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat pada Selasa, 3 Agustus 2020. Sebanyak 17 orang ditetapkan sebagai tersangka mulai dari tenaga medis, pengelola, calo hingga orang yang melakukan aborsi di tempat itu

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat mengatakan klinik tersebut telah beroperasi selama lima tahun. Dari catatan pasien mulai Januari 2019 hingga 10 April 2020, kata dia, klinik ini telah melayani 2,638 pasien aborsi."Dalam sehari rata-rata menerima lima sampai tujuh pasien," ujar Tubagus.

Ia berujar biaya aborsi di klinik aborsi dr. SWS bervariasi sesuai umur janin. Untuk aborsi janin usia kandungan 6 sampai 7 minggu dipatok dengan harga Rp 1,5 - 2 juta. Sementara usia kandungan 8 sampai 10 minggu dipatok seharga Rp 3 - 3,5 juta. Sedangkan usia kandungan 10 sampai 12 minggu dihargai Rp 4 - 5 juta. Terakhir, untuk usia 15 sampai 20 minggu dengan harga Rp 7 - 9 juta.

Dalam melakukan aksinya, Tubagus mengatakan para tersangka menghancurkan janin dengan asam dan kemudian membuangnya di kloset. Hal itu dilakukan para tersangka untuk menghilangkan barang bukti. Hingga saat ini, kata Tubagus, penyidik juga belum menemukan adanya makam janin di lokasi itu.

"Tapi kebetulan saat penangkapan, masih ada satu janin dalam ember yang belum dihancurkan," kata dia.(Tempo.co)