Hadi Pranoto Lagi-lagi Gagal Diperiksa Polisi, Ngakunya Lemas Habis Dirawat

Infomenia.net -   Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya batal memeriksa Hadi Pranoto terkait kasus du...


Infomenia.net - 
 Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya batal memeriksa Hadi Pranoto terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks obat herbal yang diklaim dapat menyembuhkan pasien Covid-19.

Pemeriksaan tersebut batal dilakukan dengan alasan kesehatan.


Hadi Pranoto mengatakan berdasar hasil pemeriksaan Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya dirinya masih dinyatakan sakit.

Hadi Pranoto juga mengaku bahwa dirinya baru saja keluar dari rumah sakit seusai menjalani perawatan.

"Dari Biddokkes saya memang kondisi masih sakit baru keluar dari RS karena kecapean juga sampai sekarang masih perawatan. Jadi dari Dokes minta waktu dan juga koordinasid engan penyidik dan kalau kondisi sudah membaik saya akan datang lagi ke Polda Metro," kata Hadi Pranoto di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Menurut Hadi Pranoto, berdasarkan keterangan penyidik pemeriksaan terhadap dirinya akan diagendakan kembali seusai dinyatakan sehat.

Dia lantas mengaku bahwa kondisi dirinya saat ini memang masih belum pulih.


"Untuk hari ini tidak jadi mengikuti pemeriksaan nanti dijadwalkan ulang kembali," katanya.

Sakit Diabetes


Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sebelumnya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Hadi Pranoto pada hari ini. Pemeriksaan tersebut dijadwalkan ulang lantaran Hadi sempat tidak hadir saat panggilan pertama dengan alasan sakit.

Tim kuasa hukum Hadi megaku belum dapat memastikan apakah kliennya dapat memenuhi panggilan atau tidak. Pasalnya, hingga kini Hadi masih dalam kondisi sakit diabetes. Selain itu, dia hingga kini masih menjalani rawat jalan.

"Surat (panggilan) sudah diterima. Klien kami saat ini masih sakit (diabetes). Rawat jalan," kata Angga Busra Lesmana selaku tim kuasa hukum Hadi kepada wartawan, Jumat (21/8/2020).


Angga melanjutkan, pihaknya telah memberikan surat dokter kepada penyidik Polda Metro Jaya. Dengan demikian, dia belum dapat memastikan apakah Hadi dapat memenuhi panggilan tersebut atau tidak.

"Sudah kami berikan surat dokter. Kami lihat hari Senin ya," tandasnya.

Hadi Pranoto sedianya bakal diperiksa sebagai terlapor setelah dituduh menyebarkan berita bohong alias hoaks atas pernyataannya mengenai obat herbal yang diklaim dapat menyembuhkan pasien Covid-19 dalam sesi wawancara di kanal YouTube milik Musisi sekaligus YouTuber Erdian Aji Prihartanto alias Anji.

Naik Sidik

Polisi sebelumnya telah memeriksa Anji terkait kasus dugaan berita hoaks yang dilaporkan Ketua Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid. Anji diperisa di Polda Metro Jaya pada Senin (10/8/2020) lalu.


Pemeriksaan itu dilakukan setelah polisi meningkatkan status kasus tersebbut dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Setelah menggali keterangan Anji, polisi pun segara menjadwalkan pemeriksaan terhadap Hadi Pranoto yang turut dilaporkan atas kasus tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Muannas telah melaporkan Hadi lantaran dianggap telah menyebarkan berita bohong terkait klaim obat herbal yang bisa menyembuhkan pasien Covid-19.


Selain Hadi, Muannas juga mempolisikan musisi sekaligus YouTuber, Erdian Aji Prihartanto alias Anji terkait video wawancaranya dengan Hadi di kanal YouTube, duniamanji.

Dalam sesi wawancara itu, Hadi Pranoto mengaku sebagai pakar mikrobiologi dan berbicara soal vaksin virus Covid-19.

"Kami datang untuk melapor ke kepolisian di SPKT Polda Metro Jaya berkaitan dengan dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong oleh akun channel YouTube milik Anji," kata Muannas Alaidid di Mapolda Metro Jaya, Senin (3/8) lalu.


Muannas mengaku, pihaknya menyoal ihwal konten yang dibincangkan Anji dengan Hadi Pranoto. Salah satu, yakni soal tes swab dan tes rapid dalam penanganan virus corona.

"Yang menjadi persoalan bahwa konten itu ditentang, pendapat yang disampaikan oleh si profesor itu ditentang, pertama adalah menyangkut tentang swab dan rapid test. Dikatakan di situ dia punya metode dan uji yang jauh lebih efektif dengan yang dia namakan digital teknologi, itu biayanya cukup Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu," katanya.(Suara.com)