Drone Emprit: Popularitas Tilik Alami, Jejak Khilafah Ketahuan Pakai Bot

Infomenia.net -   Dalam dua minggu ini, media sosial ramai membahas dua film, yaitu Tilik dan Jejak Khilafah. Namun cuma 1 yang populer diba...


Infomenia.net - 
 Dalam dua minggu ini, media sosial ramai membahas dua film, yaitu Tilik dan Jejak Khilafah. Namun cuma 1 yang populer dibantu rekayasa.
Film Tilik meluncur di Youtube pada tanggal 17 Agustus 2020, berkisah tentang obrolan ibu-ibu dan karakter Bu Tejo. Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN) meluncur pada 20 Agustus 2020, berkisah tentang hubungan khilafah di Mesir dan Turki di Nusantara.




Dua-duanya viral dan jadi trending topic di Twitter. Namun, mana yang benar-benar menjadi perhatian dan mempengaruhi masyarakat?


"Kalau JKDN dari awal sudah dikondisikan. Dan dicek, itu bot. Kalau Tilik itu natural," kata founder Drone Emprit, Ismail Fahmi kepada detikINET, Jumat (28/8/2020).

Ismail Fahmi rupanya punya data untuk mengatakan itu dan dipaparkan di Twitter. Dia melakukan analisa tren dalam 2 minggu terakhir. Percakapan tentang JKDN sudah masif bahkan sejak sebelum peluncuran film. Puncak kampanye adalah tanggal 18 Agustus dan lalu puncak popularitas tanggal 20 Agustus.




Grafik popularitas Tilik (biru) dan Jejak Khilafah (hijau) (@ismailfahmi/Twitter)

Sedangkan, Tilik tidak ada kampanye apa-apa sebelumnya. Film ini dirilis biasa saja tanggal 17 Agustus lalu ditangkap para kritikus film dan menjadi viral mulai tanggal 20 Agustus.

Tilik mulai menyalip popularitas JKDN mulai tanggal 21 Agustus 2020 dan sampai sekarang masih lebih populer daripada JKDN. Menurut Ismail, JKDN populer di Twitter sedangkan Tilik populer juga di Instagram dan pemberitaan media online.


Menurut Ismail, dari analisa Drone Emprit, Tilik kebanyakan dibahas oleh cluster non partisan yang tidak terlalu minat dengan JKDN. Sedangkan JKDN dibahas oleh tiga kelompok yaitu pro khilafah, pro oposisi dan pro pemerintah. 3 Kelompok ini pun tidak terlalu minat dengan Tilik.

Saat dilakukan Social Network Analysis, tampaklah mana yang popularitasnya alami dan buatan. Ismail lalu menghitung Bot Score dengan skala 1 (manusia/hijau) - 5 (bot/merah).

Tilik dapat skor 1,34 dan kurva distribusinya dominan di tengah. Artinya percakapannya adalah natural. 75,8 persen postingan dilakukan oleh akun sungguhan dengan follower 100-100 ribu. Hanya 24,2 persen postingan dari akun yang minim follower atau terindikasi bot.



Analisa Tilik dominan hijau dan merata, yang artinya natural (@ismailfahmi/Twitter)

Sedangkan JKDN mendapatkan skor 2,54 dan kurva distribusinya dominan di kiri. Artinya ada indikasi separuh postingan dilakukan oleh bot. Sebanyak 56,67% Cuitan JKDN dilakukan akun minim follower atau bot. Jika kluster pro khilafah diperbesar, tampak node warna oranye atau merah yang mengindikasikan bot. Bahkan terdeteksi jelas ada 3 akun robot yang super aktif, tapi menyendiri di sudut kanan bawah.



3 Kelompok yang bicara JKDN, banyak warna merah, ditambah robot di kanan bawah (@ismailfahmi/Twitter)

"Kalau isu-isunya khilafah biasanya selalu pakai robot dan orang. Dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, biasanya suka ada tagar khilafah, itu pakai robot dulu untuk menaikkan tagar. Kalau sudah kelihatan baru diangkat oleh influencer, buzzer dan fans," pungkas Ismail.(detik.com)