Pengakuan Pelaku Pembunuhan Remaja di Pekalongan Inginkan Motor Korban untuk Modal Nikah, Langsung Jual di FB.

Infomenia.net -   Warganet beramai-ramai menyerang akun Facebook pelaku pembunuhan remaja di Pekalongan, yakni NK (17). Tak hanya menyer...

Infomenia.net -  Warganet beramai-ramai menyerang akun Facebook pelaku pembunuhan remaja di Pekalongan, yakni NK (17).

Tak hanya menyerang akun Facebook pelaku, warganet juga menyerang akun milik kekasih NK, yakni DTM.

Dilansir oleh TribunJateng, dilihat dari beranda Facebooknya, NK terakhir mengunggah sebuah foto pada 30 Juni lalu.

Ia memposting sebuah foto dirinya bersama seorang wanita yang merupakan kekasihnya.

Namun kolom komentar NK dimatikan sehingga tidak bisa dikomentari oleh netizen.

Warganet kemudian menghujat di postingan lama pelaku, yakni pada 25 April 2020 lalu.

NK bahkan bahkan sempat mengunggah foto motor korban, di akun Jual Beli Motor Pekalongan.

Diberitakan sebelumnya, warga Kelurahan Setono Gang 7, Pekalongan Timur, yakni MAS (15), ditemukan bersimbah darah di bantaran Sungai Klego pada Kamis (16/7/2020).

Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota AKP Ahmad Sugeng mengatakan, pihaknya menangkap pelaku kurang dari 24 jam.

Kepada polisi, pelaku mengaku mengincar kendaraan milik korban.

"Pelaku memang menginginkan kendaraan korban sehingga melakukan tindakan tersebut.

Pelaku Pembunuhan Remaja di Pekalongan Inginkan Motor Korban untuk Modal Nikah, Langsung Jual di FB

Pengakuan pembunuhan remaja yang ditemukan penuh luka tusukan.

Pelaku membunuh korban karena ingin memilki kendaraan untuk modal menikah.

Mirisnya pelaku langsung mengunggah foto kendaraan korban di Facebook untuk dijual.


KNP (17) alias NK warga Setono, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan akhirnya menceritakan alasan membunuh Muhammad Arya Sofa (15) warga Kelurahan Setono Gg. 7, Kecamatan Pekalongan Timur.

"Saya membunuh korban karena ingin memiliki kendaraan korban.

Nantinya, uang hasil sepeda tersebut akan dijadikan hura-hura dan dijadikan modal menikah," kata KNP kepada Tribunjateng.com, saat press release di Mapolres Pekalongan Kota, Jumat (17/7/2020) sore.

KNP mengatakan, korban merupakan teman sejak SMP.

Kemudian, ia sebelum membunuh korban melakukan pesta minuman keras di lokasi kejadian.

"Jadi sebelum bunuh korban, saya pesta miras dulu."

"Lalu saya bunuh pakai pisau dapur yang saya bawa," Imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan, sesudah membunuh temannya dirinya kabur dengan membawa kendaraan korban.

Setelah dirasa aman, ia memposting sepeda motor milik korban di jejaring grup jual beli yang ada di Facebook.

"Habis membunuh korban, kendaraannya saya jual lewat Facebook namun belum laku," ungkapnya.


Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Adrian Suez mengatakan, dari kejadian ini pihaknya baru menetapkan satu tersangka.

"Ada saksi yang mengetahui kasus ini dan saksi tersebut juga turut serta dalam tindakan pidana ini.

Tapi, ini masih dalam pengembangan dan pendalaman," kata AKBP Egy saat press release di Mapolres setempat.

AKBP Egy menuturkan, motif dari pembunuhan tersebut yaitu ingin menguasai sepeda motor milik korban.

"Motifnya tersangka membunuh korban yaitu ingin menguasai kendaraan yang dimiliki korban," tuturnya.

Kapolres menjelaskan, kronologi penangkapan tersangka berawal dari informasi yang diterima oleh anggota Satreskrim Polres Pekalongan Kota, bahwa tersangka suka nongkrong di timur Stadion Hoegeng Kota Pekalongan.

Setelah itu, anggota melakukan penyisiran di lokasi tersebut.

Di sana tim mendapati kendaraan korban terparkir di area tersebut.

"Alhamdulillah tersangka berhasil diamankan, beserta kendaraan korban yakni Honda Beat warna hitam nomor polisi G 6174-NH.

Saat diamankan, tersangka masih bersama dengan S (16)," jelasnya.


Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 365 ayat 3, KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan orang meninggal dunia.

"Tersangka kita jerat, dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara," kata Kapolres.

Saat disinggung mengenai, apakah ada kasus lain dari tersangka pihaknya menambahkan bahwa mengenai hal tersebut masih dalam penyelidikan.

Tribunnews.com