Media Malaysia Hebohkan Hutan Kalimantan Terbakar, Isinya Ngawur?

Infomenia.net -  Fenomena kebakaran hutan di pulau Kalimantan turut menjadi sorota, terlebih lantaran intensitasnya yang kerap rutin terja...

Infomenia.net - Fenomena kebakaran hutan di pulau Kalimantan turut menjadi sorota, terlebih lantaran intensitasnya yang kerap rutin terjadi setiap tahun. Kondisi itu pun terus menyisakan perhatian pemerintah.

Namun sorotan itu pula yang coba dibaca media Malaysia yang mendengungkan kekhawatiran akan terjadinya kembali situasi dipenuhinya kabut asap di negeri Jiran tersebut.

Pemberitaan terkait prediksi dari potensi terjadinya kebakaran hutan di Kalimantan pun mulai beredar di Malaysia. Lantas seperti apa sebenarnya kabar yang beredar tersebut di Malaysia?


Situs pemberitaan World of Buzz, yang berbasis di Jalan Bangsar, Kuala Lumpur pun merilis headline berjudul “Kalimantan Declares State of Emergency Over Forest Fire Risk, 700 Hotspots Detected in 2020”.

Dalam artikel yang dirilis Senin 6 Juli 2020 itu, menyebut bahwa provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan ratusan titik hotspot yang berpotensi terjadinya kebakaran hutan pada Rabu 1 Juli 2020 pekan lalu.


Hotspot adalah area dengan panas yang sangat kuat yang terdeteksi oleh satelit yang mengindikasikan kemungkinan besar terjadi kebakaran.


Kebakaran hutan yang terjadi tahun lalu merupakan yang terburuk sejak 2015 karena cuaca kering, dengan diprediksi sekitar 1,6 juta hektare (3,95 juta hektare) lahan dihancurkan.

Provinsi Kalteng digamabarkan sebagai tempat yang paling membahayakan di mana menjadi asal asap yang bahkan hingga dikabarkan menimbulkan kabut beracun.

Kekhawatiran pun meningkat atas mengingat kemampuan pemerintah Indonesia untuk mengatasi krisis tahun ini, di mana dana dan personel atau petugas kini tengah difokuskan menangani pandemi Corona.


Setelah dicek melalui situs pemantauan titik panas Karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) http://sipongi.menlhk.go.id/peta/hotspot_provinsi angka yang terkonfirmasi tak menunjukkan situasi yang dikhawatirkan media Malaysia tersebut.

Hingga Selasa 7 Juli 2020 titik panas di provinsi Kalteng justru menunjukan angka 0. Dari 34 provinsi, titik panas hanya ada di 7 provinsi yakni Sulawesi Tenggara, Sulawesi Seatan, Papua, NTT, NTB, Lampung dan Jambi.

Demikian pula saat pengecekan dilakukan ke situs resmi Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kalimantan Tengah / https://bpbpk.kalteng.go.id/ tak ditemukan pula rilis pernyataan soal potensi 700 titik panas di provinsi tersebut.(viva.co.id)