Fakta Masjid Hadiah Pangeran Abu Dhabi untuk Jokowi, Didesain Putra Mahkota, Rampung Awal 2021

Infomenia.net -  Pada Rabu, 24 Juli 2019, Pangeran Uni Arab Emirat (UAE) Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan mengunjungi Indone...


Infomenia.net - Pada Rabu, 24 Juli 2019, Pangeran Uni Arab Emirat (UAE) Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan mengunjungi Indonesia. Saat itu, kedatangan sang pangeran disambut langsung di Bandara Internasional Soekarno-Hatta oleh Presiden Jokowi. 

Sang Putera Mahkota tersebut juga diajak melihat perkembangan pembangunan di Indonesia. Tiba di Istana Bogor, Jokowi pun menunjukkan keakrabannya. Presiden memberi pangeran buah durian untuk dicicipi. 

Jokowi juga membawa Mohammed ke mobilnya dan menyetir sendiri. Dalam pertemuan tersebut, selain meneken beberapa kerja sama dua negara, pangeran juga berjanji menghadiahi Jokowi sebuah masjid yang rencananya di bangun di kota kelahiran presiden, Solo, Jawa Tengah.

Survey Lokasi


Pengukuran arah kiblat masjid pemberian hadiah Pangeran Abu Dhabi, Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2020).(KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)

Satu bulan setelahnya atau pada Agustus 2019, Kota Solo dikunjungi oleh Tenaga Ahli Madya Kedeputian V Kantor Staf Presiden Munajat dan Dubes UES untuk Indonesia Mohammed Abdullah Al Ghfeli. Mereka hendak meninjau lahan bekas depo Pertamina di Kampung Gilingan Banjarsari, Solo. 

Lahan itu rencananya akan menjadi lokasi masjid hadiah untuk Presiden Jokowi dari Pangeran Abu Dhabi didirikan. 

"Iya, kemarin ke Solo bersama Duber UEA untuk meninjau lokasi recana pembangunan masjid di Solo. Itu sebagai salah satu alternatif," tutur Munajat, Selasa (20/8/2019).

Dibangun di lahan seluas 3 hektar, didesain putra mahkota

Masjid tersebut kemudian dipastikan dibangun di lahan seluas 3 hektar di Kampung Gilingan, Banjarsari, Solo. 

Menurut utusan Dubes RI untuk Uni Emirat Arab (UEA) Husin Bagis, Setyo Wisnu Broto desain masjid tersebut dibuat oleh Pangeran Abu Dhabi khusus untuk Indoneia. 

"Desain itu sebenarnya punya hak intelektual sama pangeran diberikan untuk Indonesia," papar Wisnu. Rupanya, desain masjid ini memiliki kemiripan dengan Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi. 

"Masjid ini desainnya hampir mirip Sheikh Zayed Grand Mosque Abu Dhabi. Masjid terindah di dunia," ungkap dia. 



Pembangunan masjid ini juga sebagai langkah masuknya investasi Timur Tengah ke Indonesia. Sebab, pangeran Mohammed dan pemerintah UEA telah menunjukkan ketertarikan berinvestasi di Indonesia.

Dibangun Desember, rampung awal tahun 2021

Wisnu menegaskan, masjid istimewa tersebut akan mulai dibangun Desember 2020. Dengan perkiraan waktu pembangunan selama dua tahun, masjid ini ditargetkan rampung awal 2021 mendatang. 

"Insyaallah, groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan masjid Desember 2020 dan langsung dibangun," ujar Wisnu. 

"Karena pembangunannya ini sangat detail mungkin pembangunannya butuh waktu dua tahun. Pembangunan secara fisik diperkirakan 1,5 tahun sudah selesai," lanjut Wisnu. 

Sebagai tahap awal, pengukuran arah kiblat yang melibatkan Kementerian Agama (Kemenag) Solo, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, NU dan Tim Falakiyah Kemenag RI dilakukan. 

"Kita hari ini menentukan arah kiblat. Kami mengundang tokoh Muhammadiyah, NU, MUI, agar semuanya di sini tidak ada simpang siur. Kita tahu masyarakat Indonesia itu majemuk. Biar nanti tidak salah dalam penentuan arah kiblat masjid," tutur Wisnu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fakta Masjid Hadiah Pangeran Abu Dhabi untuk Jokowi, Didesain Putra Mahkota, Rampung Awal 2021",