Fakta Baru Kasus Abdul Siska Anak Kandung Hanya karena Jemuran

Abdul Mihrab (40) saat diamankan di Mapolres Metro Jakarta Timur, Kamis (23/7/20202) Infomenia.net -  RRP, bocah berusia 12 tahun d...


Abdul Mihrab (40) saat diamankan di Mapolres Metro Jakarta Timur, Kamis (23/7/20202)


Infomenia.net - RRP, bocah berusia 12 tahun di Kawasan Pondok Kopi Ujung, Duren Sawit, Jakarta Timur, menadi korban penganiayaan ayah kandungnya Abdul Mihrab (40), lantaran masalah jemuran.

Keluarga mengungkapkan, istri siri pelaku kerap melakukan provokasi agar Abdul melakukan kekerasan terhadap RRP.

"Dia (istri siri pelaku, Ade Rohmah Widyaningsih ) enggak pernah berani ngomong sama keluarga, soalnya sudah ketahuan suka ngompor-ngomporin ayahnya buat jahatin RRP," kata Linda (29), adik kandung pelaku, saat ditemui Suara.com di kediamannya, Jumat (24/7/2020).

Menurut Linda, Ade kerap kali menunjukkan perilaku manis di hadapan keluarga. Hanya, sifat buruk istri siri pelaku tersebut sudah terendus oleh keluarga Abdul.

"Adik-adiknya sudah tahu semua sifat aslinya (Ade). Makanya dia cuek. Maksudnya ngobrol sama adik-adiknya jarang. Paling sepatah dua patah kata saja sudah," ungkapnya.

Kekinian, Linda mengaku tak mengetahui keberadaan Ade semenjak kejadian penganiayaan terhadap RRP.

Ade diketahui langsung pergi meninggalkan rumah dengan membawa sejumlah pakaian.

Terkait kasus ini, Abdul sudah diamankan oleh aparat kepolisian Polres Metro Jakarta Timur.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian menuturkan, peristiwa tersebut bermula tatkala RRP disuruh ibu tirinya menjemur pakaian di sekitar rumah di kawasan Pondok Kopi Ujung, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Rabu (22/7).

Namun, RRP tidak menjemur pakaian di tempat seperti yang diminta oleh ibu tirinya.

"Tempat jemuran penuh disarankan oleh tantenya digantung di hanger," kata Arie di saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (23/7/2020).

Mengetahui RRP tidak menjemur pakaian seperti yang diperintahkan, sang ibu tiri lantas marah dan memaki-maki bocah perempuan berusia 12 tahun tersebut.

Sampai pada akhirnya, Abdul Mihrab mendengar dan tersulut emosi hingga tega menjambak dan memukul anak kandungnya itu dengan sandal.

Diperbudak hingga Pernah Ditenggelamkan


Perbuatan Abdul Mihrab (40), warga RT 03/04 Kelurahan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, terhadap anak kandungnya membuat para tetangga naik pitam.

Pasalnya, da menganiaya anak kandungnya sendiri berinisial RPP (12) hingga berdarah.

Aksinya tersebut direkam oleh keluarganya sendiri yang tak tega melihat perlakuan biadab Abdul saat menyiksa RPP pada Rabu (22/7/2020) malam kemarin.

Video tersebut viral hingga tak lama berselang, jajaran Satreskrim Polrestro Jakarta Timur mengamankan Abdul di kediamannya pada Kamis (23/7/2020) dini hari tadi.


Adik ipar Abdul, Deby Setianing (20) yang tinggal bersebelahan dengannya menyampaikan bahwa Abdul dikenal sebagai sosok yang tempramental.

Tak hanya sekali saja Abdul ketahuan menganiaya RPP, putri kandungnya sendiri.

"Memang tabiatnya begitu, bukan karena mabuk atau bagaimana. Dia sampai pernah menenggelamkan kepala RPP ke bak mandi," kata Deby di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (23/7/2020).

Baca juga: Duduk Perkara Penganiayaan Anak oleh Ayah Kandung, Wajah Lebam-lebam karena Masalah Jemuran

Para keluarga yang mengetahui acap kali mengetahui saat pedagang tempe mendoan itu menyiksa RPP, awalnya hanya melerai saja dengan pertimbangan kekeluargaan.

Hingga kemudian mereka tak tega melihat tindakan biadab tersebut dan memberanikan diri untuk merekam kejadian itu meski mendapatkan perlawanan dari Abdul.

Meski begitu, Abdul yang menikah siri dengan Ade Rohmah Widyaningsih (40), tak pernah memukul anak tirinya. Hanya RPP saja yang kerap disiksa olehnya.

"Sudah lama pokoknya, enggak sebulan, dua bulan saja anaknya dianiaya seperti itu. Tapi kalau anak tirinya yang perempuan enggak dianiaya," ujar dia.


Tak hanya dianiaya, Deby menuturkan Abdul kerap 'memperbudak' RPP mengerjakan pekerjaan rumah yang tak sepatutnya dilakukan.

Kemarin, pada Rabu (22/7/2020) malam, pelaku menyuruh menyuci pakaiannya, istri siri Abdul dan adik tirinya, GH (10).

Padahal sebelum diminta, RPP yang tak bersekolah sudah menyuci pakaian sehingga dia bingung dan menolak ketika disuruh lagi.

"Terus kalau ayah, istri, sama anak tirinya pergi keluar RPP ini selalu dikunciin dalam kontrakan. Kalau mereka makan, RPP juga sering enggak dikasih, sering kelaparan," tuturnya.

Merasa iba dengan hal yang menimpa RPP membuat Deby dan dua adik kandung perempuan Abdul mendukung proses hukum yang sedang berjalan.

Pada Kamis (23/7/2020) sekira pukul 01.00 WIB tadi, jajaran Satreskrim Polrestro Jakarta Timur sudah mengamankan Abdul.


"Kita (anggota keluarga) juga kasihan sama RPP, ibu kandungnya RPP sudah meninggal pas RPP usia lima bulan. Ibu tiri sekarang ini juga belum nikah resmi," lanjut Deby.(Kompas.com/suara.com)