Cerita Haru Pembunuh Ibu Kandung Gegara Warisan di Kebumen yang Ingin Bertaubat

Infomenia.net -  Keinginan bertaubat untuk menjadi lebih baik ditunjukkan oleh tersangka Hartoyo,37, anak durhaka warga Desa Karanggedang ...

Infomenia.net - Keinginan bertaubat untuk menjadi lebih baik ditunjukkan oleh tersangka Hartoyo,37, anak durhaka warga Desa Karanggedang Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen.

Dia ditangkap Polres Kebumen karena diduga menganiaya ibunya hingga meninggal.(Baca juga : Faedah Taubat dan Istighfar, dari Tolak Azab hingga Datangkan Rezeki)

Hari-hari Hartoyo di dalam Rutan Mapolres Kebumen diisi oleh kegiatan pendekatan spiritual. Bahkan ia bertekad untuk belajar mengaji serta memperbaiki sholat wajib lima waktu sebagai kewajiban umat Islam.

Polres Kebumen menerjunkan tim khusus Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) kepada Hartoyo dan seluruh tahanan Polres Kebumen.

Dalam kesempatan pengecekan tahanan Polres Kebumen, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menemui Hartoyo. Kapolres membawakan buku tuntunan shalat serta panduan buku mengaji belajar membaca Al-Qur'an untuk diberikan kepada Hartoyo, Senin (20/7/2020).

Buku itu sesuai permintaan Hartoyo pada saat dilakukan hipnoterapi investigasi for trauma healing oleh Kapolres Kebumen pada Rabu (15/7/2020).

"Sebelumnya tersangka Hartoyo minta dicarikan buku tuntunan shalat dan buku mengaji. Kesempatan siang ini kita bawakan, serta saya kepingin tahu bagaimana kondisinya secara langsung," jelas AKBP Rudy. 

Kapolres mengungkapkan, selama di Rutan Polres Kebumen tersangka Hartoyo diperlakukan baik oleh anak buahnya. Pihaknya berharap, Hartoyo bisa benar-benar berubah menjadi lebih baik. Apalagi dirinya turun tangan langsung melakukan "hipnoterapi investigasi for trauma healing" kepada Hartoyo di ruang kerjanya.

Untuk diketahui, Hartoyo memiliki sejumlah catatan masa lalu kelam, di antara membacok Agus Widodo,42, kakak kandung yang tinggal bersebelahan dengannya pada bulan Juli 2018. Saat itu Agus menderita luka serius pada bagian perut karena sabetan senjata tajam.

Selanjutnya proses hukum yang sedang dijalani saat ini karena dia menganiaya Sandiyah,83, ibu kandungnya yang dipicu karena soal warisan.

Sandiyah sempat menjalani pengobatan medis selama satu minggu di sebuah Rumah Sakit, namun pada hari Selasa 30 Juni akhirnya meninggal dunia karena luka serius.

Di hadapan Kapolres, Hartoyo sangat menyesali perbuatannya. Dia ingin bertaubat. Beberapa kali terlihat dia menangis karena menyesali perbuatannya itu.

"Yang kita inginkan selain dia harus bertanggung jawab secara hukum, kita juga ingin Hartoyo benar-benar bertaubat. Semoga dengan bimbingan dari Polres Kebumen bisa benar-benar merubah menjadi lebih baik," harapnya.(Sindonews.co.id)