Cak Imin Sumpahi Nadiem Makarim Kualat !!!

Infomenia.net -  Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin meminta Kementerian Pendidikan dan...


Infomenia.net - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tak melupakan peran Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Ini terkait polemik program organisasi penggerak (POP) milik Kemendikbud.

"Pak Nadiem Makarim (Mendikbud) jangan pernah tidak melibatkan NU dan Muhammadiyah, kalau enggak kualat itu minimal," kata Cak Imin melalui pidato politiknya dalam Tasyakuran Harlah ke-22 PKB di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh Raya, Senen, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Juli 2020.

Cak Imin berharap Nadiem bergerak cepat menyelesaikan polemik POP. Caranya dengan terus melibatkan organisasi-organisasi yang mempunyai sejarah panjang.

"Pendidikan nasional kita bisa seperti hari ini karena peran NU dan peran Muhammadiyah jauh sebelum merdeka hingga hari ini," ujar politikus yang kini juga akrab dipanggil Gus Ami itu.

Ia meyakini Nadiem dipercaya sebagai Presiden Joko Widodo sebagai Mendikbud untuk menata pendidikan Indonesia lebih baik. Cak Imin berharap cara berpikir masa depan yang cepat tidak normatif dan efektif akan menata pendidikan yang responsif untuk generasi penerus bangsa.


"Saya berharap Pak Mendikbud segera datang ke Muhammadiyah, NU untuk mencari jalan keluar atas stagnasi pendidikan kita. Salah satu stagnasi yang kita hadapi adalah sekarang pendidikan mengalami kesulitan online. Karena itu kita harus berupaya agar keterlibatan semua kalangan memajukan pendidikan," ujar Cak Imin.

Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU menyatakan mundur dari POP milik Kemendikbud. LP Ma'arif NU menilai hasil seleksi tidak mencerminkan konsep dan kriteria Organisasi Penggerak yang jelas.



"Dengan ini kami sampaikan bahwa LP Ma'arif NU PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) mundur dari program tersebut," kata Ketua LP Ma'arif NU Arifin Junaedi saat dikonfirmasi Medcom.id, Rabu, 22 Juli 2020.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah juga menyatakan mundur dari POP Kemendikbud. Keputusan diambil lantaran Muhammadiyah menilai kriteria pemilihan organisasi masyarakat (ormas) yang lolos dalam POP tak jelas.

"Kriteria pemilihan organisasi masyarakat yang ditetapkan lolos evaluasi proposal sangat tidak jelas, karena tidak membedakan antara lembaga CSR yang sepatutnya membantu dana pendidikan dengan organisasi masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah," ujar Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah, Kasiyarno dalam keterangannya, Selasa 21 Juli 2020.(Medcom.id)