Ayah Editor Metro TV Masih Tak Percaya Anaknya Tewas Bunuh Diri. Ini Alasannya

Rilis kasus Pembunuhan Editor Metro TV. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo Infomenia.net -  Polisi menduga editor Metro TV Yodi Prabo...


Rilis kasus Pembunuhan Editor Metro TV. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo


Infomenia.net - Polisi menduga editor Metro TV Yodi Prabowo meninggal karena bunuh diri. Dugaan tersebut berdasar penyelidikan yang telah dilakukan polisi selama dua minggu terakhir.

Namun, orang tua Yodi Prabowo masih tak percaya anaknya meninggal dunia di pinggir Tol JORR Ulujami akibat bunuh diri.

Ayah Yodi, Suwandi mengaku, sejak awal polisi tak pernah beri tahun anaknya meninggal karena bunuh diri. Keluarga, kata dia, juga tak pernah dimintai keterangan.

"Karena dari awal dari pihak keluarga tidak pernah dimintai keterangan seperti itu. Aku kan percayakan kepada pihak kepolisian. Paling waktu di BAP kesehariannya saja gitu loh, tiba-tiba disimpulkan begitu (bunuh diri)," jelas Suwandi saat dihubungi merdeka.com, Senin (27/7).

Suwandi juga heran, selama diperiksa, polisi tak pernah bertanya tentang kondisi Yodi, Namun, tetiba datang kesimpulan bunuh diri.

"Jadi tidak pernah diminta keterangan apakah anak bapak ini akhir-akhir ini depresi atau enggak? Enggak pernah begitu. Tiba-tiba muncul kesimpulannya itu. Waktu di BAP sebelum dirilis saya dipanggil ini begini-begini, tapi dia nggak ngomong anak saya begini-begini, akhirnya keluar itu (bunuh diri)," ujarnya.

Suwandi juga mengungkap kejanggalan kematian Yodi jika disebut bunuh diri. Sebab, katanya, di pakaian anaknya tersebut tak ada bekas darah dalam jumlah banyak.
Sehingga, dia menyangsikan apabila Yodi selama tiga hari itu berada di lokasi dia ditemukan.

"Mau 3 hari sebulan itu kan telungkup namanya darah nempel di badan pasti ada bekas-bekasnya di baju, nggak mungkin bajunya itu langsung bersih sendiri. Itu kan posisi terlungkup.

Paling nggak ada bekas-bekasnya lah, atau keringatan saja di bajunya bergelombang biar udah kering, apalagi ini darah. Kalaupun dia pakai kaos, pakai apa darah menggumpal pasti ada di kaos itu. Dari segitu saja orang pakai nalarnya saja sudah nggak masuk akal," bebernya.

Suwandi pernah meminta penjelasan polisi tentang bagaimana proses bunuh diri Yodi. Namun, ayahnya tak pernah diberitahu. Sehingga, dia menyangsikan jika Yodi tewas bunuh diri.

"Makanya polisi nggak pernah membahas itu, saya pernah meminta coba peragakan kalau anak saya bunuh diri di situ kasih tahu saya bunuh dirinya seperti apa? Apakah berdiri atau seperti apa? Kan nggak dijelasin di situ," pungkasnya.

Diketahui, dalam penyelidikan polisi, Yodi diduga kuat bunuh diri. Karena tidak ada tanda-tanda kekerasan, barang berharga pun tidak ada yang hilang. Ditambah lagi, Yodi tertangkap kamera sempat membeli pisau di sebuah toko peralatan rumah tangga. Pisau itu yang ditemukan di TKP.(Merdeka.com)