Rekor! Graha Yudha usia 33 tahun pegang tiga jabatan Komisaris di Grup BUMN

Infomenia.net -  Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini memberikan kesempatan yang luas bagi...

Infomenia.net - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini memberikan kesempatan yang luas bagi anak milenial untuk duduk di kursi komisaris BUMN dan anak usaha BUMN.

Nama milenial lain yang naik ke tampuk pengurus di Grup BUMN adalah Graha Yudha Andarano Putra Pratama. Yang cukup mengagetkan, Graha Yudha yang baru berumur 33 tahun bahkan menduduki jabatan tiga komisaris sekaligus di lingkungan BUMN, serta menjadi orang penting di Istana Kepresidenan.

Lahir di Palembang tahun 1987, Graha mendapatkan gelar sarjana ekonomi dari President University Cikarang Jababeka tahun 2008. Dia juga meraih gelar Master of Business Administration di University of Strathclyde Glasgow United Kingdom, tahun 2014.

Menurut situs www.pp-presisi.co.id, Graha Yudha Andarano Putra Pratama menempati jabatan komisaris emiten konstruksi PT PP Presisi Tbk (PPRE). Adapun Komisaris Utama PPRE adalah Agus Purbianto. Jajaran komisaris lain seperti Rukmini Triastuti dan Ketut Darmawan.

Nama Graha Yudha juga sempat tercatat sebagai komisaris saudara PPRE, yakni PT Properti Tbk (PPRO). Meski disitus PPRO masih tercatat sebagai komisaris, namun RUPS pada 3 Juni 2020 lalu sudah memberhentikan Graha Yudha dari komisaris PPRO.

Bukan saja di emiten PPRE, Graha Yudha Andarano Putra Pratama juga menjabat Komisaris di Waskita Toll Road. Adapun Komisaris Utama Waskita Toll Road adalah Haris Gunawan, lalu ada komisaris lain di Waskita Toll Road adalah Hadjar Seti Adji, Iman Firmansyah, Dodi Susanto, dan Eri Wibowo.

Graha Yudha Andarano Putra Pratama juga tercatat sebagai Komisaris PT Inka Multi Solusi Trading. Ini adalah perusahaan yang terafiliasi dengan PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA).

PT Inka Multi Solusi Trading atau PT IMST bergerak dalam usaha inti di bidang trading (perdagangan) dengan tujuan untuk memperlancar proses pengadaan kebutuhan industri kereta api untuk raw material, komponen utama maupun komponen lainnya. IMST juga memenuhi kebutuhan customer non kereta api. Perusahaan ini berdiri pada tanggal 28 Juli 2015.

Komisaris milenial di tiga perusagaan ini memang memiliki pendidikan tokcer. Dia menggondol sarjana ekonomi dari President University pada tahun 2008. Graha Yudha kemudian melanjutkan studinya untuk mengejar Master of Business Administration, Strathclyde Buisness School, The University of Strathclyide Glasgow, United Kingdom dan lulus tahun 2014.

Dia juga mengenyam kelas eksekutif di The Wharton School, University of Pennsylvania Philadelphia, Amerika Serikat pada Oktober 2018 untuk bidang The Strategic Decision-Making Mindset.

Graha Yudha juga menimba ilmu di Said Business School Universitas Oxford Inggris pada September 2018 untuk bidang Global Challenges in Transport : Infrastructure, Development and Finance.

Selain itu, dia mengikuti kelas mengenai Emerging Leaders di John F Kennedy School of Government, Harvard University Boston, Amerika Serikat pada November 2016. 

Emerging Leaders.
Menurut curriculum vitaenya, sejak tahun 2015 sampai sekarang, Graha Yudha juga tercatat sebagai salah satu Penasihat Program Infrastruktur Kantor Kepresidenan. 

Dia juga sempat menjabat Senior Manager, Business Development, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), pada periode 2014-2015.

Di ranah swasta, Graha Yudha sempat bekerja sebagai portfolio manager, Investment Management di Great Eastern Life Assurance Indonesia dan Singapura periode Mei-Agustus 2013.

Graha Yudha juga pernah bekerja di Citibank periode 2009-2013. Posisi terakhir di Citibank sebagai Assistant Manager, Corporate and Institutional Banking untuk Indonesia.(kontan.co.id)