Rahasia Sumber Listrik Warung Mbok Yem di Puncak Gunung Lawu

Infomenia.net -  Nama Mbok Yem sudah tidak asing lagi di telinga pendaki Gunung Lawu, Karanganyar. Mbok Yem adalah pemilik warung legendar...

Infomenia.net - Nama Mbok Yem sudah tidak asing lagi di telinga pendaki Gunung Lawu, Karanganyar. Mbok Yem adalah pemilik warung legendaris dengan lokasi tertinggi, hampir di puncak gunung tersebut.

Mbok Yem mendirikan warung dan tinggal di kawasan Argo Dalem tepat dibawah puncak Gunung Lawu

Keberadaan warung Mbok Yem diakui sangat membantu para pendaki yang kekurangan bekal logistik saat mendaki. Apalagi fasilitas di warung itu terbilang lengkap.


Bahkan, meski tidak ada jaringan listrik PLN yang sampai ke puncak, di warung Mbok Yem ada televisi, kulkas, penanak nasi, dan lampu yang menyala dan viral di dunia maya.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, energi listrik di warung Mbok Yem menggunakan panel surya yang menangkap panas matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik.

Salah satu pencinta alam, Yeyen Choiri (21) menceritakan, warung Mbok Yem selalu membantu dia dan rekan-rekannya ketika mendaki Gunung Lawu.

Mbok Yem yang berjualan makanan dan minuman membuat para pendaki tak khawatir kelaparan ketika menuju ke puncak.

Lokasi warung Mbok Yem juga strategis karena berada di titik pertemuan tiga jalur pendakian via Cemoro Sewu, Comoro Kandang, dan Cetho.

"Saya memang terbantu karena warung Mbok Yem itu lokasinya strategis tepat di bawah puncak gunung. Jadi kalau ada kekurangan logistik atau teman yang sakit, kami bisa istirahat di sana dan makan atau minum," ucap dia kepada Solopos.com, Minggu (1/3/2020).

Yeyen yang belum lama ini mendaki Gunung Lawu melihat perubahan di warung Mbok Yem. Di atap warung tersebut terpasang benda persegi panjang berwana hitam dengan corak kotak-kotak.

Benda itulah panel surya untuk mengonversi energi matahari menjadi listrik. Dengan listrik dari panel surya itulah, Mbok Yem bisa menikmati acara televisi, menggunakan lampu untuk penerangan dan mengoperasikan penanak nasi.

"Mbok Yem itu kan sudah tua, jadi turun gunung hanya setahun sekali kalau pas lebaran saja. Sebagian besar hidupnya itu ada di Gunung Lawu. Makanya ada panel surya untuk listrik yang membantu Mbok Yem beraktivitas," imbuh dia.

Setahu Yeyen, sudah sekitar setahunan ini pakai panel surya itu. Sukarelawan Anak Gunung Lawu (AGL), Budi Santoso, mengatakan sebelum menggunakan panel surya, Mbok Yem menggunakan genset untuk menyuplai aliran listrik.

Namun, sejak setahun belakang, warung tersebut menggunakan panel surya untuk mengaliri listrik. "Sepertinya itu bantuan atau apa saya kurang tahu detailnya," terang dia.

Namun, dia mengakui adanya listrik dari panel surya di warung Mbok Yem kerap dimanfaatkan pendaki untuk mengisi ulang baterai ponsel dan lainnya. (AMA/PNJ/liputan6.com)